Sabtu, 30 November 2019

JJS (jalan jalan sore) Hemat

Hari ini kak Qila bunda jak wisata hemat bersama tetangga. Kak Qila jarang sekali bepergian jauh, karena ayah juga jarang mengajak bepergian. Karena ada tetangga yabg mengajak pergi bareng akhirnya bunda putuskan untuk ikut karena kalau tidak begini gak akan pernah keluar rumah, sekaligus bundanya juga pengen refreshing biar gak bosen.
Jalan-jalan kali ini ke Kota Lama Semarang. Ternyata para tetangga itu belum pernah ke kota lama. Bunda kira kota lama itu tempat yang belum pernah bunda kunjungi, ternyata tempat otu dulu semasa kukiah sering bunda lewati. Subhanallah sudah banyak perubahan, dan tempatnya begitu ramai. meski disana hanya foto - foto saja kak Qila seneng banget bisa foto bareng badut Doraemon, sponge bob, Robot, spiderman dan lain-lain.
Kali ini jalan-jalannya murah pake banget. Hanya modal ongkos 30 rib karena bjaya carter dibagi rata. dan yang bikin bahagia lagi disana tiap kali foto bayar seikhlasnya. Bundanya bahagia banget karena gak harus merogoh kocek dalam-dalam,l. Dan untuk konsumsinya kami juga bawa masing-masing, ada yang bawa jajan, nasi, lauk, minum, semuanya dilakukan dengan gotong royong, sungguh wisata hemat yang menyenangkan, bisa refreshing bareng tetangga itu sangat menyenangkan.

Jumat, 29 November 2019

Apa Adanya

Zaman  yang mulai dimanjakan dengan tekhnologi sering sekali membuat manusia lupa. Lupa akan siap dirinya dan untuk apa dia hidup. Semua yang tampak didepan mata seolah kesenangan. Namun tiada yang abadi dimuka bumi ini. Banyak sekali orang lupa diri, lupa anak dan istri, lupa dengan suami dan anaknya demi mencari kebahagiaan diri. Bukankah kebahagiaan yang abadi hanyalah disurga?

Lagi lagi harus bijak dan harus pinter dalam hal apa saja. kali ini yang harus bener-bener aku perhatikan adalah soal keuangan. Flashback beberapa bulan yang lalu tentang uang  belanja yang selalu minus, aq coba untuk tidak minus lagi dibulan depan meski hampir nangis darah mikirinnya.

Kak Qila anak yang selalu menghibur hati bundanya dan selalu membuat bunda meleleh karena kata-katanya. disaat bunda bilang,,,

Bunda: nak hari ini bunda punyanya tempe sama telur, kakak pengen sarapan pake apa?

Qila : kakak mau tempe bunda,

Bunda : beneran?

Qila :heem..

Bunda: tapi nanti dimakan ya?

Qila : Siap bosss,,

begitulah ending obrolan bunda dan kakak, bunda langsung ke dapur nyiapin sarapan.
Setelah selesai, bunda suapin kakak dengan tempe goreng dan adek dengan nasi tim. Alhamdulillah kak Qila udah mulai doyan tempe, batinku saat menyuapinya. Biasanya kak Qila gak suka karena ada butiran kacang kedelainya yang menurutnya gak enak, kali ini bunda minta kakak untuk mengunyah terlebih dahulu hingga halus dan alhamdulillah akhirnya kak Qila akhirnya bisa merasakan nikmatnya tempe goreng. Nasi anget dengan tempe goreng membuat kak Qila begitu lahap. dalam hati tenang banget, disaat begini Allah kasi keadaan anak yang membahagiakan. apalagi saat ditengah makan kak Qila bilang,, Bunda, kakak sekarang udah suka tempe, masakan bunda enak banget,,, nyesss rasanya hati : D,,,

ah nak,,, kau selalu pibtar merayu  maafkan bundamu yang terkadang masih belum sabar merawatmu. Alhamdulillah hari ini gak ada drama soal makan si kakak. 

Kamis, 28 November 2019

Bayar SPP

Hari ini kak Qila Belajar Memahami kalau sekolah itu juga bayar. Ada sedikit acident dihari ini, saat kak Qila diberi gurunya kartu pembayaran SPP, kak Qila agak teledor karena tidak memasukkan kartu SPP ny kedalam tas. Hingga waktunya pulang, kartu kak Qila belum juga ditemukan. Lalu bunda putuskan untuk mengajak kak Qila mencari kartu tersebut didalam kelas setelah seluruh murid keluar ruangan. Ketika Bunda dan kakak tengah mencari dikelas, tiba-tiba gurunya dan seorang temen sekelasnya datang menghampiri, gurunga menyampaikan kalau kartunya terbawa oleh temannya tersebut. 

Kak Qila selama ini memang belum bunda beri tau apa fungsi Kartu tersebut. sehingga dia mengira kartu tersebut tak begitu penting. Namun kali ini bunda rasa adalah moment yang tepat untuk memberitaunya. Setelah kartu ditemukan bubda ajak kakak untuk mampir dikantor membayar SPP. Agar kakak tau kalau sekolah juga bayar. Meski tak sebebrapa, namun SPP bagiku adalah hal yang harus diutamakan. Karena dari SPP tersebut gaji guru di dapat, beliau para guru sudah ikhlas dan meluangkan waktunya untuk mengajar anak didiknya maka selayaknya sebagai orang tua murid harus menyadari kewajibannya terhadap sekolah.

Setelah proses pembayaran selesai, kakak bunda ingatkan lagi. Dan kemudian bunda tanya, 

Bunda : kita habis ngapain kak? 

Qila : Bayar SPP (jawab kak Qila) 

Bunda : betul... jawab bunda

Nah, kalau bayar sekolah, bayar listrik, bayar Air PAM itu harus kita utamakan kak, nanti kalau ditunda keburu uangnya habis. Kalu listrik dan PAM kalau telat juga kena denda, kalau didenda bayarnya malah lebih mahalm kan rugi, Jadi kita harus bisa bedain mana yang penting dulu. Oke deh bunda,,, jawabnya... 

Rabu, 27 November 2019

Pejuang Akhir Bulan

Menjadi istri sekaligus ibu memang haru cerdas dalam segala hal, apalagi dalam finansial. Namun, untuk hal yabg satu ini aq merasa selalu gagal. Selama menjalanilevel ini tiap kali hendak membeli sesuatu seringkali berfikir berkali-kali, meski hanya membeli bakso ojeg. Kalau nurutin pengen, selera, yang namanya perempuan pasti sudah biasa. Tapi kalau aq tipe yabg gak begitu suka nyetel dan gak suka glamor juga. Lebih suka apa adanya. Tp kalau soal jajan aq juaranya. wkwkwkwkwk

Tadi sore disekolah kakak karena teringat kakak gk mau makan siang dan si adek makannya sedikit, bunda beliin kakak dan adek jajanan yang bisa mengenyangkan sementara. Total jajan sudah sampai 6rb rupiah. Setelah itu, ketika sedang asyik nyuapin si adek bakso, datang ibu-ibu membawa bakul digendong nawarin jajanan tradisional, ada nasi jagung dan tiwol. Wah tiwol, udah lama nih gk makan ini, beli gak ya,,, padahal mah harga cuma 2 rebu mikirnya berkali-kali. Karena mikirin akhir bulan. Alhamdulillah akhirnya bisa nyetop diri.. dalam hati bwrsoral horayyyy karena berhasil menahan 2 ribu untuk keluar dompet. Karena saat hendak beli tadi teringat kalau pulang sekolah kakak pasti minta jajan. Biarlah yg 2 ribu ini buat si kakak aja, takutnya mintanya banyak. Elus dada maaakkk inget akhir bulan,,, hihihi

Waktu pulang, kak Qila pengen pulang barwng temennya, diajaknya temennya gandengan sambil berjalan menuju para pedagang di sekolah. Eh,,, sampai ditempatnha akhirnya mereka berpisah menuju tempat yang masing-masing dari mereka inginkan. Ibu temennya dan aq mengijuti anak kami masing-masing. setelah selesai beli jajan, kak Qila melihat temannya yang tadi masih antri di mas tukang bakso dan kak Qila minta dibeliin. Dengan halus bunda sampaikan ke kakak,,, Kak,, tadi bakso yang kakak makan bareng adek itu bakso mas ny juga. bunda beli waktu kakak masih belajar dikelas tadi. Nanti gak kemakan loh,,, kemarin aja beli gak dihabisin. Alhamdulillah,,, akhirnya bunda bisa ngerem kakak.. dalam hati lagi-lagi bersorak horrrayyyy... yessss,,, total jajan di sekolah hari ini hanya 7 ribu saja. yg 3ribu bisa buat beli sayuran besok wkwkwk

today mission success :D

Selasa, 26 November 2019

Keuangan di akhir bulan


Akhir bulan selalu menjadi alasan banyak orang untuk berhemat, karena keuangan yang semakin menipis. Dan hal itu berlaku juga bagiku sejak uang belanja dijatah bulanan oleh suami. Sedihnya suami gak mau tau jika kurang, andaikan mau ditambahi ia selalu merasa dirugikan dan terpaksa. Padahal sudah sehemat mungkin aku gunakan untuk keperluan belanja. Awal bulan lalu kebetulan ada acara weh-wehan, acara saling berbagi makanan se kampung. Diawal bulan sudah jelas terlihat pengeluaran untuk itu tapi suami gak mau tau juga. Yasudah, sambil nangis dan kesal aq tahn, aq buka celengan ank yang ada buat nalangi kekurangan, namun masih saja tidak bisa menutupi kekurangan.

Suami akhirnya ngasi solusi dengan memberikan jatah bulan depan lebih awal. Aduh,,  semakin galau, kenapa yang dipake jatah bulan depan? bukan tambahan? mau gak mau terima saja, di range sebisa mungkin untuk kebutuhan bulan depan. meski semalaman ini hati dan mataku rasanya sudah lelah menahan sesak dan tangis karena kebingungan. Saat selesai sholat isya dan berdoa lagi-lagi air mata tak dapat ku bendung. Kak Qila ysng mendengar bundanya menangis langsung menghampiri dan bertanya, kenapa bund? ku peluk dia dan ku beri pengertian jika ternyata menu yang bunda siapkan untuknya disesuaikan dengan keadaan. kak Qila selalu menghibur hati bundanya, iya gak apa bunda, kakak suka kok masakan bunda, kan masakan bunda enak. ahhh nak,,,,, ku peluk lagi dia. 

Dalam keadaan seperti ini, kak Qila selalu saja berhati baik, Allah selalu menggerakkan hati anakku yang satu ini. dia selalu pengertian dan tidak pernah memaksa jika menginginkan sesuatu. Selalu mengerti jika diberi pengertian. 
Terimakasih byk ya Allah, selalu ada obat disaat suntuk mengatur keuangan, Engkau beri anak yang luar biasa baiknya. Mengobati hati yang luka karena sikap suami yang gak mau tau dan tidak pernah mau tau soal keuangan. 

Senin, 25 November 2019

Anak-anak kok ngamen ya bund?


Sepulang Sekolah tadi sore kak Qila dan adek bunda ajak untuk duduk dekat jendela. Kebiasaan kami untuk menghilangkan kepenatan di dalam rumah ya seperti itu setiap harinya. Melihat kendaraan dan orang yang lewat sambil tebakan sesekali atau menghitung junlah kendaraan berdasarkan warna dan lain-lain. karena rumah kami kebetulan dipinggir jalan raya. Ketika bunda tengah asyik mengajak si adek bernyanyi, tiba-tiba kak Qila bilang... 

Qila : Bund, anak-anak kecil itu ngapain si bund? kok bawa gitar? 

Bunda: Mereka ngamen kayaknya kak

Qila : Anak-anak kok ngamen ya bund? 

Bunda : (sedikit penasaran dengan respon si kk) emangnya kenapa kak kok bilang begitu? 

Qila : lah pengamen kok anak-anak, ya lucu... 

Bunda: Kak Qila ngomong begitu malah lebih lucu (jawab bunda)... kak, Alhamdulillah ya kita masih bisa makan tanpa harus meminta - minta, kita sebagai manusia harus mau berusaha dulu kalau mau dapet rizki untuk kebutuhan sehari-hari. Pengamen itu banyak yang tidak menyukai, karena seperti orang yang meminta-minta (pengemis). Nabi kita mengajarkan kepada kita bahwa tangan diatas itu lebih baik dari pada tangan yang dibawah. Tangan diatas itu adalah orang yang suka memberi dan tangan dibawah itu adalah orang yang suka meminta. Kalau kita suka memberi pada orang lain rizki kita pasti akan bertambah kak, tapi kalau orang yang suka meminta belum tentu ada yang ngasi. Coba besok- kalau kakak ke pasar sama bubda, kakak perhatikan pengemis dan pengamen yang ada, apa semua orang pasti mau ngasi ke mereka? 

Nah, sekarang kan kakak masih anak-anak, kak belum bisa kerja, yang dilakukan anak-anak tadi itu sebenarnya gak baik, karena bahaya kalau anak-anak berada dijalanan. yang bisa kak Qila lakukan sekarang agar kakak punya uang yaitu menyisihkan uang jajan yang ayah atau bunda berikan. Supaya kalau kakak pengen sesuatu, kakak bisa pakai uang itu untuk membelinya. 

saat bunda jelaskan panjang lebar seperti itu kak Qila hanya mendengarkan, mencoba memahami tapi mungkin masih bingung. Semoga perlahan kak Qila paham tentang tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. 

Minggu, 24 November 2019

Infaq Harian

Alhamdulillah sekarang kak Qila selalu bersemangat untuk berangkat ke sekolah TPQ maupun ngaji di malam hari. Bunda tidak pernah menargetkan kak Qila harus cepat bisa ngaji atau cepat khatam. Biarlah ngajinya sedikit - sedikit asalkan setiap harinya terbiasa dan terlatih.

Disekolah TPQ tempat kakak belajar, sejak Bulan Muharram lalu membuka peluang sedekah selebar-lebarnya kepada para murid maupun orang tuanya. Karena pihak sekolah baru saja membeli tanah untuk menambah fasilitas ruangan sekolah dan sementara untuk pelunasannya menggunakan sertifikat tanah para guru. Untuk memenuhi kekurangan biayanya pihak sekolah meminta kesediaan para siswa untuk berinfaq sebanyakRp. 1.000 setiap harinya. Selama infaq berlangsung bunda belum pernah menjelaskan kepada kakak apa itu infaq dan kenapa tiap hari harus berinfaq disekolah. 

Nah, karena sekarang bunda sedang belajar tentang cerdas finansial dikelas Bunda Sayang, perlahan bunda ajarkan dan jelaskan kepada kak Qila tentang infaq dan manfaatnya. Seperti biasanya, ketika mengetahui hal baru kak Qila selalu banyak tanya. Keinginan tahuannya selalu saja membuat bundanya harus lebih pintar menjawab ataupun mengalaihkan pertanyaan yang terkadang bikin bundanya kesulitan untuk menjawab.