Tampilkan postingan dengan label Mendidik anak Cerdas Finansial Sejak Dini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mendidik anak Cerdas Finansial Sejak Dini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Desember 2019

Aliran Rasa Game Level 8

10 Desember 2019
02.30 am

Setelah membaca obrolan teman-teman tentang review materi Game Level 8 ini jadi ingin segera mengalirka rasa. Jadi sadar ternyata selama ini aku termasuk orang kurang bersyukur. Kurang bisa me manage keuangan dan sebagainya. Aq selalu mengeluh begini dan begitu ke suami soal uang belanja dan suami selalu saja tidak terima dengan keluhanku. Suami selalu teguh pada pendiriannya bahwa uang belanja yang ia berikan harus cukup untuk sebulan, sementara didalam fikiranku anak dan suami harus sehat, konsumsi makanan yang sehat dan lain sebagainya. selalu saja perdebatan itu terjadi, dan tidak pernah berkesudahan. Semoga setelah level ini aku bisa lebih bersyukur lagi, bisa lebih cerdas lagi mengatur keuangan.

Soal kebutuhan hidup harusnya selalu melirik ke bawah agar selalu bersyukur pada sang maha kuasa bahwa kehidupan kita masih lebih baik dari mereka yang diberi unian lebih oleh Allah namun mereka sabar dan tawakal. Memang gemerlap dunia itu sangat memabukkan, membuat hati kemrungsung, pengen ini pengen itu, ibgin seperti dia dan mereka yang berkecukupan hidup mewah namun kadang lupa bahwa kehidupan yang haqiqi hanya diakhirat.

Astaghfirullah astaghfirullah,,,, semoga Allah melapangkan hati ini untuk selalu bersyukur, dan ikhlas menerima segala pemberian Allah. aamiin..

Alhamdulillah selama game ini berlangsung banyak hal yang membuat aku berfikir keras mengatur keuangan. Kalau dulu uang belanja habis aku pakai uang simpanan untuk menutupi kekurangan, tapi kali ini harus belajar bagaimana caranya agar uang yang ada bisa cukup. Mengajarkan kakak juga untuk lebih bisa membedakan mana yang ia inginkan dan mana yang ia butuhkan. Alhamdulillah kak Qila tidak pernah memaksa atau ngotot agar bundanya memenuhi keinginannya. tapi sering kali hati ini menangis saat tidak bisa memenuhi apa yang ia pinta. Semoga kedepannya bisa lebih dimampukan untuk mengatur keuangan dan mengajarkan anak-anak akan kecerdasan finansial. 

Selasa, 03 Desember 2019

Bunda, kakak pengen Tas Kuda Poni

Sore ini Ketika keluar dari kelas tiba-tiba kak Qila bilang,,,,

Qila : Bunda,,, kakak pengen punya tas kuda pobi kayak temen kakak, semuanya punya tas kuda poni

Bunda : (Dalam hati terenyuh, sempat menitikkan air mat, padahal bunda niat beliin tas utk kakak itu nanti ketika hendak masuk TK, tapi ternyata kak Qila sudah minta duluan. Memang sejak masuk TPQ bunda belum beliin kakak tas, karena dari sekolah udah dapet tas. akhirnya terpaksa bunda utarakan kepada kakak agar bisa mengerti). Nak, enggak semua yang dimiliki temen kakak itu harus kakak miliki juga. Kakak kan tasnya masih bagus. Mb Nisa aja masih pake tas yang sama seperti kakak. Nanti kalau bunda ada rizki lebih insya'Allah bunda akan beliin. Tapi kita harus nabung dulu. Kakak ibget gak film Nusa dan Rara, yang waktu itu minta tas sama ibunya. Taoi ibunya bilang kalau tas rara masih bagus, dan gak perlu belibtas lagi karena itu namanya memubadzirkan uang. Apapun yabg kita miliki kita harus bersyukur karena Allah masih kasih kakak Tas. Nah di film itu akhirnya Rara dapet tas juga kan karena rara rajin menabung dengan usahanya sendiri meski harus mengumpulkan botol bekas karena rara hendak beliin ibunya kerudung. Taoi uang itu dikembaliin sama Rara, malahan Rara dibeliin tas sesuai permintaannya sama ibunya kakak inget gak film nya? 

Qila : (hanya Geleng-geleng) 

Bunda: Yaudah, nanti kita tonton lagi ya film ny. Sekarang kita pulang dulu, nanti dirumah kita ngobrol lagi ya sayang....

Sesampainya dirumah kaka tidak ingat apa yang dia bicarakan tadi. Jadi bunda tidak ingin memperpanjang masalah sembari berdo'a, ya Allah, semoga disaat kak Qila meminta tas kembali waktunya bener-bener tepat. 

 

Selasa, 26 November 2019

Keuangan di akhir bulan


Akhir bulan selalu menjadi alasan banyak orang untuk berhemat, karena keuangan yang semakin menipis. Dan hal itu berlaku juga bagiku sejak uang belanja dijatah bulanan oleh suami. Sedihnya suami gak mau tau jika kurang, andaikan mau ditambahi ia selalu merasa dirugikan dan terpaksa. Padahal sudah sehemat mungkin aku gunakan untuk keperluan belanja. Awal bulan lalu kebetulan ada acara weh-wehan, acara saling berbagi makanan se kampung. Diawal bulan sudah jelas terlihat pengeluaran untuk itu tapi suami gak mau tau juga. Yasudah, sambil nangis dan kesal aq tahn, aq buka celengan ank yang ada buat nalangi kekurangan, namun masih saja tidak bisa menutupi kekurangan.

Suami akhirnya ngasi solusi dengan memberikan jatah bulan depan lebih awal. Aduh,,  semakin galau, kenapa yang dipake jatah bulan depan? bukan tambahan? mau gak mau terima saja, di range sebisa mungkin untuk kebutuhan bulan depan. meski semalaman ini hati dan mataku rasanya sudah lelah menahan sesak dan tangis karena kebingungan. Saat selesai sholat isya dan berdoa lagi-lagi air mata tak dapat ku bendung. Kak Qila ysng mendengar bundanya menangis langsung menghampiri dan bertanya, kenapa bund? ku peluk dia dan ku beri pengertian jika ternyata menu yang bunda siapkan untuknya disesuaikan dengan keadaan. kak Qila selalu menghibur hati bundanya, iya gak apa bunda, kakak suka kok masakan bunda, kan masakan bunda enak. ahhh nak,,,,, ku peluk lagi dia. 

Dalam keadaan seperti ini, kak Qila selalu saja berhati baik, Allah selalu menggerakkan hati anakku yang satu ini. dia selalu pengertian dan tidak pernah memaksa jika menginginkan sesuatu. Selalu mengerti jika diberi pengertian. 
Terimakasih byk ya Allah, selalu ada obat disaat suntuk mengatur keuangan, Engkau beri anak yang luar biasa baiknya. Mengobati hati yang luka karena sikap suami yang gak mau tau dan tidak pernah mau tau soal keuangan. 

Senin, 25 November 2019

Anak-anak kok ngamen ya bund?


Sepulang Sekolah tadi sore kak Qila dan adek bunda ajak untuk duduk dekat jendela. Kebiasaan kami untuk menghilangkan kepenatan di dalam rumah ya seperti itu setiap harinya. Melihat kendaraan dan orang yang lewat sambil tebakan sesekali atau menghitung junlah kendaraan berdasarkan warna dan lain-lain. karena rumah kami kebetulan dipinggir jalan raya. Ketika bunda tengah asyik mengajak si adek bernyanyi, tiba-tiba kak Qila bilang... 

Qila : Bund, anak-anak kecil itu ngapain si bund? kok bawa gitar? 

Bunda: Mereka ngamen kayaknya kak

Qila : Anak-anak kok ngamen ya bund? 

Bunda : (sedikit penasaran dengan respon si kk) emangnya kenapa kak kok bilang begitu? 

Qila : lah pengamen kok anak-anak, ya lucu... 

Bunda: Kak Qila ngomong begitu malah lebih lucu (jawab bunda)... kak, Alhamdulillah ya kita masih bisa makan tanpa harus meminta - minta, kita sebagai manusia harus mau berusaha dulu kalau mau dapet rizki untuk kebutuhan sehari-hari. Pengamen itu banyak yang tidak menyukai, karena seperti orang yang meminta-minta (pengemis). Nabi kita mengajarkan kepada kita bahwa tangan diatas itu lebih baik dari pada tangan yang dibawah. Tangan diatas itu adalah orang yang suka memberi dan tangan dibawah itu adalah orang yang suka meminta. Kalau kita suka memberi pada orang lain rizki kita pasti akan bertambah kak, tapi kalau orang yang suka meminta belum tentu ada yang ngasi. Coba besok- kalau kakak ke pasar sama bubda, kakak perhatikan pengemis dan pengamen yang ada, apa semua orang pasti mau ngasi ke mereka? 

Nah, sekarang kan kakak masih anak-anak, kak belum bisa kerja, yang dilakukan anak-anak tadi itu sebenarnya gak baik, karena bahaya kalau anak-anak berada dijalanan. yang bisa kak Qila lakukan sekarang agar kakak punya uang yaitu menyisihkan uang jajan yang ayah atau bunda berikan. Supaya kalau kakak pengen sesuatu, kakak bisa pakai uang itu untuk membelinya. 

saat bunda jelaskan panjang lebar seperti itu kak Qila hanya mendengarkan, mencoba memahami tapi mungkin masih bingung. Semoga perlahan kak Qila paham tentang tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. 

Minggu, 24 November 2019

Infaq Harian

Alhamdulillah sekarang kak Qila selalu bersemangat untuk berangkat ke sekolah TPQ maupun ngaji di malam hari. Bunda tidak pernah menargetkan kak Qila harus cepat bisa ngaji atau cepat khatam. Biarlah ngajinya sedikit - sedikit asalkan setiap harinya terbiasa dan terlatih.

Disekolah TPQ tempat kakak belajar, sejak Bulan Muharram lalu membuka peluang sedekah selebar-lebarnya kepada para murid maupun orang tuanya. Karena pihak sekolah baru saja membeli tanah untuk menambah fasilitas ruangan sekolah dan sementara untuk pelunasannya menggunakan sertifikat tanah para guru. Untuk memenuhi kekurangan biayanya pihak sekolah meminta kesediaan para siswa untuk berinfaq sebanyakRp. 1.000 setiap harinya. Selama infaq berlangsung bunda belum pernah menjelaskan kepada kakak apa itu infaq dan kenapa tiap hari harus berinfaq disekolah. 

Nah, karena sekarang bunda sedang belajar tentang cerdas finansial dikelas Bunda Sayang, perlahan bunda ajarkan dan jelaskan kepada kak Qila tentang infaq dan manfaatnya. Seperti biasanya, ketika mengetahui hal baru kak Qila selalu banyak tanya. Keinginan tahuannya selalu saja membuat bundanya harus lebih pintar menjawab ataupun mengalaihkan pertanyaan yang terkadang bikin bundanya kesulitan untuk menjawab. 

Sabtu, 23 November 2019

Jual Beli Sumber Rizki

Sebelum game Level ini berlangsung kak Qila sudahbunda ajarkan tentang darimana uang yang ia miliki berasal. karena seringkali ia mengeluh, ketika ia sedang asyik bermain bersama ayahnya tiba-tiba ada pelanggan datang yang membutuhkan jasa ayahnya untuk service gadget nya. Alhamdulillah seiring berjalannya waktu ia mulai paham. Bunda juga mulai perkenalkan kakak jenis-jenis pekerjaan sebagai salah satu sumber rizki. Mulai dari Penjahit, Pedagang, Supir, Guru, dan lain-lain.

 Hari ini kakak ajak bunda dan adiknya untuk bermain dagang-dagangan. Kakak berperan sebagai pedagang Ice Cream dan bunda serta adiknya berperan sebagai pembeli. Namun ternyata kak Qila masih belum paham tentang siapa yanv memberi uang dalam jual beli. Setelah memberikan mainan yang dianggapnya Ice Cream kak Qila ternyata berucap. Ini Bunda uangnya...... Akhirnya bunda jelaskan kepada si kakak kalau dalam jual beli itu yang mendapatkan uang ya si penjual, sementara pembeli mendapatkan sesuatu yang dia inginkan dari si pedagang. Kak Qila mulai paham, dan kemudian dia berperan sebagai pedagang sebagaimana mestinya. dan bunda serta si adek sebagai pembeli setianya.

Jumat, 22 November 2019

Belajar Hidup Prihatin Sejak Kecil

Alhamdulillah Game Level 7 sudah terlewati dengan lancar. Sekarang mulai memasuki Game 8 yang masih membuatku deg-degan. Rasanya masih bingung untuk memulainya, entah kenapa kalo udah denger hitungan aku masih takut sampai sekarang. Ketakutan ini sama seperti awal menghadapi Game Level 6. Tapi alhamdulillah game Level 6 terlewati dgn lancar dan memuaskan. mungkin kalo gak ada tantangan gak akan melek soal matematika saat itu. 

Baiklah, di level ini apapun tantangannya harus dihadapi. Belakangan ini bunda sering sekali kehabisan uang di akhir bulan, sehingga ayah harus tombok. sebenarnya sedih jg sih kalau harus tombok, jadi gk bisa nabung. Semua itu tetap saja gak bisa dihindari, karena banyak sekali pengeluaran tak terduga, seperti undangan, tilik, iuran, dan lain-lain. Belum lagi biaya listrik dan PAM yang bulan ini melonjak tinggi banget. Akhirnya dengan terpaksa, belakangan ini kakak bunda kurangi jatah jajajn ny, sebenarnya bukan mengurangi sih, tapi mencoba mengajarkan kakak Qila hidup prihatin. 

Alhamdulillah, gak begitu sulit mengajarkan si kakak tentang hal ini, sejak kak Qila mengerti akan keuangan ortunya, tiap kali hendak meminta sesuatu kak Qila selalu bilang " Bunda, kapan-kapan kalau bunda udah punya uang, kakak bekiin mainan itu ya". Sedih sebenarnya ketika si kakak bilang begitu, tapi kalau tidak diajarkan, kasihan si kakak dikehidupannya mendatang. Di dalam hati selalu membatin sembari berdo'a semoga masa depanmu berkecukupan ya nak,, semoga bunda bisa menemanimu hingga kamu sukses dan bunda gak merepotkan kamu dimasa tua bunda dan ayah.