Jumat, 07 Februari 2020

Kisah Abu Lahab

Pada zaman dahulu,  ada seorang yang sangat gagah dan tampan dan berkulit pitih. Ia terkenal sebagai orang yang cerdas, sukses dalam bisnisnya, dan memiliki harta yang banyak. Dia bernama 'Abdul Uzza, ia adalah paman Nabi Muhammad yang tidak pernah mau menerima dakwah islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad. Abdul Uzza dikenal dengan nama Abu Lahab, Karena kekafirannya itu Allah kekalkan nama Abu Lahab untuknya dan menyebutnya dengan nama Abu Lahab dalam Al-Qur'an. Lahab artinya Api, disebut Abu Lahab karena saat marah wajahnya berubah menjadi merah seperti Api. 

' Abdul Uzza memiliki istri yang bernama Ummu Jamil Aura', ia juga tidak suka dengan dakwah Nabi Muhammad, dimalam hari ia sering meletakkan kayu dan tumbuhan berduri untuk melukai Rasulullah. Karena ulahnya ia diberi julukan sebagai wanita pembawa kayu bakar. 

Karena kejahatan mereka terhadap Rasulullah, Allah mengabadikan kisah mereka di dalam Al-Qur'an dalam surat Al - Lahab. yang Artinya :

Terjemah Arti:  

1.  Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. 

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan) Merugilah kedua tangan Abu Lahab dan sengsara, karena dia telah menyakiti Rasulullah sholallohu alaihi wasallam. Sungguh kerugian Abu Lahab telah terwujud. 

 2.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. 

Harta dan anaknya tidak berguna baginya,keduanya tidak bisa melindunginya dari azab Allah sedikit pun bila ia turun kepadanya.

 3.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

 4.  Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

3-4. Dia akan masuk api neraka jahanam yang menyala nyala, Begitu juga istriya yang membawa duri-duri lalu meletakkannya di jalan yang dilalui oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk menyakiti beliau.

 5.  Yang di lehernya ada tali dari sabut. 

Dileher istrinya ada tali yang kuat dari sabut yang kasar dan keras, dia diangkat dengannya di dalam api neraka jahanam kemudian di lemparkan kebawahnya.

Bunda memilih cerita ini karena disekolah kak Qila sedang hafalan suroh Al LahabL dengan harapan kak Qila dapat memahami cerita yangYan ada dalam Al Qur'an

Kak Qila begitu antusias,  apalagi saat bunda cerita   tentang neraka

https://islami.co/ini-pelajaran-penting-dari-kisah-hidup-abu-lahab

Referensi: https://tafsirweb.com/37402-surat-al-lahab.html

Rabu, 05 Februari 2020

Tragedi Perut Melilit

Disebuah sekolah Dasar, terdapat  anak-anak yang suka membeli jajanan secara berlebihan. Mereka tidak pernah memikirkan apakah makanan itu sehat atau tidak. Selama makanan itu terlihat menarik, maka mereka akan membelinya.
eStiap harinya disekolah ada pedagang sosis, ada pedagang gorengan, ada pedagang mie, ada pedagang jus, pedagang bakso dan lain-lain. Segala macam makanan dijual dan dibuat semenarik mungkin. begitulah yang dilakukan para penjaja makanan saat ini

Suatu ketika, ada pedagang baru yang masuk disekolahan. 

teng teng teng,,, 

suara lonceng telah berbunyi, pertanda jam istirahat dimulai,,, anak-anak berlarian keluar kelas hendak bermain dan ada juga yang hendak membeli jajanan. 

pedagang baru itu menjual makanan yang unik dan terlihat enak, akhirnya banyak sekali anak-anak yang berebut antrian untuk membeli jajanan si bapak itu. Bakso Ala bapak pedagang yang dibuat berbentuk unik dengan dicampur rasa pedas berlevel dijajakan kepada anak-anak. Beberapa anak mengatakan enak kepada temannya sehingga teman yang lain pun tertarik hendak membeli dan tertantang untuk merasakan level pedasnya. . Dagangan bapak tersebut pun laris habis tak tersisa.
Ketika jam istirahat selesai...

ada seorang murid yang izin untuk ke kamar mandi karena sakit perut, perutnya terasa melilit tak tertahankan,padahal pelajaran baru saja dimulai. Setelah murid tersebut izin, ada satu murid lagi yang izin dengan alasan yang sama. satu persatu murid izin dan  mengantri dikamar mandi. Guru pun jadi penasaran, akhirnya murid-murid yang sakit perut tersebut dibawa ke UKS untuk diperiksa. setelah dicari tau, murid yang terkena sakit perut ternyata baru saja konsumsi bakso. bentuk berlevel.

Dari cerita diatas, kak Qila  bisa tau suasana disekolah, bahwa ada jadwal istirahat disela pelajaran. karena selama i i kak Qila sekolah sore tidak pernah ada jam  istirahat.

selain itu kak Qila juga belajar agar tida. k sembarangan membeli jajanan baik disekolah. maupun dirumah

Mainan Yang Hilang

Disebuah perkampungan yang padat penduduk ada seorang anak kecil yang setiap harinya minta main diluar rumah. Qila, begitulah orang memanggilnya. Dia tidak pernah mau bermain dirumah jika sudah tiba waktunya untuk bermain bersama temannya. Karena ibunya memberikan jadwal bermain diluar rumah dari jam 10 pagi hingga tiba adzan Zuhur, setiap hari dia selalu menahih untuk bermain bersama teman-temannya. 

Pagi itu, karena sang ibu sedang repot mengurus adiknya,,, Qila tetap memaksa hendak bermain sendiri tanpa ditemani. Dibawanya boneka kecil lucu kesayangannya untuk bermain. Qila pun asyik bermain bersama teman-temannya. Berlarian, perak umpet masak - masakan sampai bermain peran. Pias rasanya bermain sa temannya.

Ketika adzan zuhur berkumandang, Qila bersegara menuju rumahnya dan mengetik pintu. " Ibu... kakak sudah pulang.."
Ibunya pun membukakan pintu... 
Ketika sudah dirumah, Qila asyik bermain bersama adiknya. tiba-tiba dia hendak mengajak adiknya bermain boneka kecil. ternyata boneka itu tidak ada. Qila pun teringat kalau tadi bonekanya dibawa main bersama temannya. 

Ketika dihampiri temannya satu persatu boneka pun tak ditemukan. sang ibu terpaksa menemani mencari kesana kemari. Sang adik juga ikut kepanasan karena harus ikut juga. dan karena boneka tidak juga ditemukan, akhirnya Qila menangis sangat sesih. ia menangis hingga sesenggukkan. 

Ibunya pun kemudian menasihatinya, agar ia patuh pada ibunya, mau bersabar jika ibunya sedang repot serta agar sayang kepada adiknya. dan juga agar tidak teledor saat membawa mainan keluar dari rumah. 
Qila pun akhirnya menyesali, dan kemudian meminta maaf kepada ibunya karena tidak menurutinya pada hari itu. Dan berjanji tidak akan mengulangi kembali.

Mendengar cerita yang disampaikan adalah pengalaman kakak sendiri, kakak hanya mesam mesem tersenyum malu atas kekhilafan yang pernah ia lakukan. 

Selasa, 04 Februari 2020

Lebah Ngantukan dan Putri Kerajaan

Di sebuah kerajaan ternama di kota Aksara terdapat sebuah pohon tua yang tumbuh begitu subur dan rimbun. Diatas pohon tersebut terdapat sarang lebah yang sangat besar namun tidak seorang pun yang berani mendekatinya. Disekitar kerajaan juga terdapat taman bunga yang tak pernah berhenti berkembang karena dirawat dengan baik. Putri sang raja yang kini mulai beranjak dewasa sangat menyukai bunga, demikian juga ibunya sang ratu. Setiap pagi putri dan Ratu menghabiskan waktunya untuk merawat tanamannya.

Kupu-kupu dan lebah banyak sekali yang menghampiri untuk menghisap madu dari tanaman mereka. Namun ada seekor lebah yang sangat tidak disukai oleh lebah yang lain sehingga mereka meninggalkan lebah itu sendirian disarangnya. Sarang lebah dipohon rimbun istana itu kini hanya dihuni oleh seekor lebah yang sangat tidak disukai oleh temannya. Ia tidak disukai karena ia suka mengantuk, meskipun ia suka mengantuk, sebenarnya ia juga bisa bekerja mencari madu.

Hingga suatu ketika bencana terbesar terjadi di istana kerajaan. Putrii semata wayang sang Raja dan Ratu jatuh sakit, sudah banyak tabib dipanggil untuk mengobati sang putri namun tak juga sembuh, sampai suatu metika ada seorang tabib yang menyarankan untuk memberikan madu alami pada putri raja. Maka Raja pun memerintahkan ajudannya untuk mengambil madu yang ada pada pohon besar ditaman istana. Awalnya ajudan itu takut, karena banyak sekali lebah yang tinggal dipohon itu. Setelah diamati, ternyata hanya ada satu lebah yang tinggal disarang itu sekarang. Yaitu lebah Ngantukan yang tidak disukai temannya. 

Ajudan : Wahai lebah yang baik hati, bolehkah aku meminta madumu untuk dijadikan obat sang putri raja?

Lebah : Apakah tuan putri sakit?

Ajudan : Benar lebah, sudah banyak tabib yang mengobati, tapi tuan putri tak kunjung sembuh, namun tabib yang terakhir ini menyarankan agar putri diberi madu.

Lebah : Baiklah kalau begitu, ambillah seperlunya hingga tuan putri sembuh, tapi jangan sampai sarangku ini rusak, aku yakin teman-temanku akan kembali kesini suatu saat nanti

setelah diberikan madu secara bertahap, akhirnya kesehatan tuan putri berangsur membaik.,,,

Setelah sembuh, tuan putri yang tau sebab kesembuhannya karena madu si lebah, ia pun menghampiri si lebah Ngantukan tersebut.

Putri : Wahai lebah yang baik hati.. Apakah kamu ada disarang? 

namun tak ada jawaban dari sana, tuan putri pun terus menunggu hingga sore hari namun tak ada lebah yang datang. 

Keesokan paginya, salah satu tukang kebun berkata, wahai tuan putri, ini aku temukan lebah yang hampir saja mati diserang lebah yang lainnya. kemarin aq melihat ada seekor lebah yang diserang oleh temannya sendiri. 

Mendengar berita itu tuan putri pun sedih dan minta dipanggilkan tabib untuk mengobati sang lebah. Saran tabib tetap sama, yaitu agar dioleskan madu pada ti uh lebah itu, kemudian keajaiban terjadi, lebah itupun tersadar. 

tuan putri sangat bahagia melihat kejadian itu, kemudian bertanya... 

Putri : wahai lebah yang baik hati, kamu kah yang kemarin menolongku dengan madumu? 

Lebah : Benar putri,,, tapi itu belum seberapa dibanding akubyang sudah diperbolehkan tinggal dipohon istana

Putri : Teruslah tinggal disini lebah, agar kami bisa terus sehat karena madumu. 

Lebah sangat bahagia mendengar permohonan itu, dan dia tak merasa dikucilkan lagi meskipun ia sudah ditinggalkan oleh temannya. kemudian keajaiban pun terjadi, kini kebiasaan ngantuk lebah itu perlahan menghilang dan ia menjadi seperti lebah oada umumnya. 

mendengar berita tuan putri yang sembuh karena madu si lebah ngantukan, akhirnya lebah lain yang tadinya meninggalkan lebah ngantukan sendirian meminta maaf kepadanya, dan berjanji akan kembali ke sarang mereka agar bisa memasok lebih banyak madu untuk persediaan mereka dan para rakyat kerajaan.


setelah mendengar cerita ini, kak Qila sangat senang, Apalagi yang dijadikan peran adalah boneka mainannya. Kak Qila semakin antusias bertanya manfaat madu, dan langsung minta disuapin madu, biar sehat kayak putri katanya,,,

dari cerita ini juga diajarkan agar kita jangan memandang orang lain dari sebelah mata, karena setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tak bileh pilih-pikih teman, tapi bertemanlah dengan baik kepada siapa saja meskipun siteman tak sempurna. 

Putri Kupu-kupu



Dalam menyampaikan cerita ini bund cerita sambil merekam. Ketika hendak menyebutkan judulnya, berkali-kali kak Qila protes, kalo putri kupu-kupu ituvya gak ada bund, adanya Peri,,, bunda tetap saja bersikuuh pada judul yg punda sampaikan,,,, tapi akhirnya kak Qila menyetujuinya dan kemudian bunda cerita, setelah cerita kak Qila gak mau ceritanya diakhiri, Sementara jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dengan sedikit bujukan akhirnya kak Qila mau juga tidur.

berikut adalah link VN yang dibawakan selama bercerita. cerita dibuat pada saat itu juga, mohon maaf jika kirang pas dan kurang enak di dengar,,, :D

https://drive.google.com/file/d/1n5xUN7F73sCrqmeYSHoSfy-XKbVD1E8q/view?usp=drivesdk

https://drive.google.com/file/d/1_IyVZieF7-jTmpu6xBKRhz3j9C48tbbB/view?usp=drivesdk

Si Fakir yang tawadhu'

Disebuah pedesaan yang sangat subur, hiduplah seorang nenek tua yang hidup apa adanya. Nek ijah,,  begitulah orang - orang memanggilnya. Nek ijah kini hidup sebatang kara, suaminya sudah meninggal 5 tahun yang lalu, sedangkan nek ijah tidak memiliki anak. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari - hari nek ijah bekerja pada pemilik kebin sayur yang bernama pak Ahmad.

Karena sudah tua, nek ijah hanya diperbolehkan untuk mengikat sayuran yang akan dipasok pak Ahmad dipasar. Dari hasil kerjanya, setiap hari nek ijah mendapatkan upah 10 ribu rupiah.

Nek Ijah: Pak Ahmad, alhamdulillah pekerjaan nenek sudah selesai, apakah nenek sudah boleh pulang sekarang?

Pak Ahmad : Tentu boleh nek, sudah tidak ada lagi sayuran yang perlu diikat, ini nek dibawa pulang untuk masakan nenek hari ini (sambil memberikan seikat sayur bayam pada nek ijah)

Nek Ijah: Pak Ahmad, nenek sidah terima gaji masih saja ditambah sayur begini

Pak Ahmad : Tidak apa nek, anggap saja ini rezeki dari Allah untuk nenek hari ini

Nek Ijah: Kalau begitu terima kasih banyak ya pak Ahmad, semoga Allah membalas dengan kebaikan.

Pak Ahmad : Aamiin, terimakasih banyak juga untuk do'anya nek, sehat terus ya nek,,,

Sepulang dari kebun pak Ahmad, nek Ijah mampir diwarung untuk membeli kebutuhannya.

Nek Ijah : Nak, nenek mau beli beras 1/4 kg saja boleh?
pemilik warung : Eh nek ijah, sehat nek? Kok gak sekalian 1 kg aja nek?

Nenek : Nenek hanya punya uang segini nak, mana cukup kalau buat beli sekilo

Pemilik warung : Ini nek berasnya

Nenek : Kok berasnya banyak banget nak, nenek bilang kan seperempat saja

Pemilik warung : Tidak apa nek, Berkat sayuran yang dititipkan pak Ahmad, warung saya jadi rame, anggap saja ini rizki nenenk. Ibu-ibu dikampung kita ini sangat suka belanja sayur disini karena bagus-bagus dan bersih. Pasti semua itu tidak lepas dari kerja keras nek ijah dalam memilih sayuran untuk diikat.

Nek ijah: Alhamdulillah, Kalau begitu terimakasih banyak ya nak. 

Pemilik warung : Sama-sama nek...

keesokan harinya nek ijah bekerja seperti biasanya dan belanja lagi di warung sepulang bekerja.

Nek Ijah: Nak, nenek mau beli bawang merah, kebetulan bawang nenek abis.
Pemilik warung : baik nek,,, ini bawangnya.

Nek ijah : banyak sekali nak, benek beli 2 ribu saja.

Pemilik warung : Rizki tidak boleh ditolak loh nek

Nek ijah : Baiklah kalau begitu

Pemilik warung : Hari ini mau masak apa nek?

Nek ijah: Mau bikin nasi goreng, kemarin nenek tidak berselera makan, nasinya masih sisa banyak. kalu mau coba nasi goreng nenek ayo ikut kerumah...

Pemilik warung : Nanti malah merepotkan nek

Nek ijah : Tidak nak, nenek malah tambah seneng, karena ada teman makan nenek, selama ini nenek hidup sendirian sejak kakek meninggal.

Pemilik warung : Baik nek, saya akan ikit kerumah nenek sekarang, saya titip warung ke suami dulu ya nek

Nek ijah : iya nak.

Bu sri, demikian nama pemilik warung tersebut, akhirnya ikut nenek kerumahnya dan kemudian mereka menikmati nasi goreng buatan nenek bersama - sama. melihat nenek yang begitu bahagia ditemani olehnya, mata bu sri pun berkaca-kaca.

Nek ijah: Kenapa kamu sedih nak? apa terlalu pedas?

Bu sri: Tidak nek, enak banget nasinya dan saya tidak kepedesan. saya hanya membayangkan betapa hebatnya nenek, diumur yang sudah tua begini masih mampu hidup sendiri dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari.

Nek Ijah: Kehidupan dan kematian itu jaraknya dekat nak, kita hanya wajib mensyukuri semua nikmat Allah, jangan takut miskin jangan takut susah karena kita punya Allah.  Allah sudah mengatur semua keadaan sesuai kemampuan kita.

Setelah selesai makan dan mengobrol tiba-tiba nek ijah merasa lemas. maka bu sri oun membaringkan nek ijah dikasurnya. dan setelah itu tiba-tiba saja nek ijah sudah tidak bernafas. Bu sri sangat panik dan memanggil suaminya serta pak ajmad agar mengecek keadaan nek ijah.

Pak Ahmad : innalillahi wainna ilaihi rooji'un... nek ijah sudah meninggal pak, bu,,,

Bu sri dan suami : innalillahi wainna ilaihi rooji'un...

Bu sri : Padahal baru saja saya makan bersama serta ngobrol bareng nenek, nasihat beliau sangat membekas dihati saya. insya'Allah nenek husnuk khotimah, bekiau orang yang sangat baik sejauh saya mengenalnya.

Mendengar cerita ini selesai, kak Qila merespob ,..

Qila : kasihan ya nek ijah, nek ijah nya hidup lagi to bund..

Bunda : kalau sudah meninggal ya gak bisa hidup lagi to sayang... jawab bunda

Qila : Mmm ya bisa, kan setelah meninggal hidupnya di surga nanti ceritanya dibuat tentang hidup disurga

Bunda: coba kakak yang buat cerita,,,

Kak Qila : Bunda saja to... sambil tertawa


Minggu, 02 Februari 2020

Pak Tani Dan Sapi Perah



Suatu hari, disebuah kaki perbukitan yang sangat subur, hiduplah seorang kakek tua dan seekor sapi kesayangannya. Setiap hari si Kakek menghabiskan waktunya bersama sapi perah itu. Pagi hari sehabis sholat subuh, seperti biasanya si kakek membersihkan kandang sapi dan nenyirami tanaman yang ada disekitar rumahnya. Setelah pekerjaannya selesai kakek pergi ke dapur untuk sarapan. kemudian kakek mengambil peralatan untuk memerah susu sapinya. Setiap hendak memerah susu kakek tidak pernah luoa berdo'a agar susu yang ia perah membawa berkah bagi kehidupannya. Bismillahirrohmaanirrohiim,,, seru kakek saat memulai memerah.

Saat diperah si sapi pun dengan tenang menikmati rerumputan yang sudah disediakan oleh si kakek. Selesai memerah, kakek membawa hasil perahnya ke MCP (Milk Collection Point). Setelah  semua pekerjaannya selesai, kakek menggiring sapinya ke kebun untuk mencari rumput dan melihat-lihat tanamannya. Hanya kebun dan sapinya lah yang bisa membuat kakek bahagia sejak kepergian istrinya 2 tahun yang lalu. Namun kakek tak pernah mengeluh, ia terus menjalani hidupnya dengan penuh semangat yang menggebu. Tiada hari tanpa bekerja,,, begitulah kata si kakek. Meskipun hidupnya pas-pasan, kakek tidak pernah menggantungkan hidupnya pada orang lain.

Setelah puas dengan aktivitasnya dikebun, kakek menggiring sapinya kembali pulang, dan mengikatkan sekarung rumput diatas punggung sapi. didalam perjalanan pulang tiba-tiba kaki sapinya terperosok dalam lubang kecil. Kakinyapun terluka sehingga sapi terpaksa berjalan dengan terpincang-pincang. Tak tega melihat kaki sapi yang terluka, kakek mengambil rerumputan yg ada dan menumbuknya untuk kemudian di oleskan pada luka dikaki sapi.
Oh sapiku yang malang,,, maafkan aku, karena keteledoranku kau jadi terkena musibah,,,,

tiba2 si kakek dikagetkan dengan suara didekatnya...

Tak apa kakek, aku baik-baik saja, kau sudah merawatku seperti anak sendiri,,,,

si kakek pun kebingungan lalu bertanya pada sapinya ,,,, apakah kau yang tadi berbicara?

Benar sekali kakek....

Setelah kejadian itu, si kakek dan sapinya sering berkomunikasi dan si kakek pun tak lagi kesepian...

Dari cerita ini kak Qila diajarkan tentang rasa sabar dan syukur atas nikmat yang Allah berikan dan selalu melibatkan Allah dalam segala hal. Serta mengetahui dari mana susu itu dihasilkan,,,
kak Qila sangat tertarik sekali ketika bunda menceritakan cara memerah sapi, dan seperti biasanya,,, pertanyaan selalu berentet meskipun cerita blm selesai,,,


Story created by my self...