Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Produktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Produktif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2019

Aliran Rasa Game Level 1

Tak terasa 17 hari tantangan Game Level 1 telah berakhir. Game perdana yang cukup membuat batin ini bergemuruh untuk terus memperbaiki komunikasi dengan pasangan dan anak. Entah kenapa, aq masih sering kesulitan melakukan komunikasi yg produktif.

ke anak, aku hanya butuh kesabaran yang lebih agar bisa terus produktif, tapi ke suami rasanya sulit sekali, sudah1 tahun lebih aku tidak lagi pernah mengungkapkan uneg-uneg yang ada. Aku hanya terus fokus pada perubahan diriku agar bisa terus ikhlas menerima keadaan, menerima segala kekurangannya dan menghindari konflik dengannya. 

Tapi itu semua sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Disaat aku lelah, sering kali aku marah, berontak dan teriak untuk meluapkan emosiku. itu semua aku lakukan disaat suami sedang tidak dirumah, dan anakku yang pertama sering bertanya, "Bunda kenapa kok teriak-teriak? disaat seperti itu aku hanya bisa terdiam sambil memeluknya erat. tak jarang tangan mungilnya itu membasuh air mataku sembari berkata :" Udah,,,Bunda jangan nangis lagi ya? dirayunya aku dengan kecupan dikening, seolah mempraktikkan cara bundanya disaat menenangkannya ketika menangis. Ah,,, anakku,,, kau membuatku malu... :(

Ya Robbi, aku lelah,,, kenapa aku bisa seperti ini? aku tak tau harus bagaimana saat ini, perlahan rasa dihatiku seolah memudar untuknya. Aku tak ingin terus begini, aku punya anak-anak yang harus terus mendapatkan hak kedua orang tuanya. Aku ingin pernikahan ini bertahan selama-lamanya seperti komitmenku diawal pernikahan, tapi dia tak pernah mengajakku tuk selalu berada di dekatMU, aku merasa menjalani rumah tangga sendiri.

Mungkin inilah takdir jodohku, dulu aku memaksaMU untuk memberikannya kepadaku sebagai imam. Tapi kini ku baru tau, dia begitu cuek dan tak pernah membimbingku, amarahnya selalu meledak-ledak disaat aku bermuka masam karena menahan kesal akan sikapnya. ya Robb,,  terimakasih karena telah mengabulkan permohonanku saat itu, jika aku tau akan terjadi seperti ini mungkin aku tak akan pernah memintanya. Maafkan aku jika do'aku pada saat itu seolah memaksa, seolah takut tak ada lelaki lain. Maafkan aku ya Robb,,

Sungguh aku ingin hubungan ini membaik, ingin bisa terbuka dengan suami, ingin merasakan surga dunia karena kedamaian hati dalam menjalani hari.

Aku tak boleh menyerah, aku harus terus berusaha  demi keutuhan rumah tangga. Melakukan apa yang disarankan oleh banyak teman seangkatan di kelas Bunda Sayang untuk terus mendekatkan diri pada sang pencipta agar hati tenang. Memang selama ini sepertinya aku terlalu sombong, karena kesibukan aktivitas harian aku hanya fokus pada ibadah wajib saja, padahal ketenangan hati tak cukup dengan itu. Karena yang wajib pun mungkin aku belum sempurna dalam kekhusyukan.

Bismillah,,, Semangat Berubah,,, Arrohah Fil Jannah

Sabtu, 13 April 2019

Game Level 1, Day 14, Kelas Bunda Sayang

Beberapa hari belakangan ini rasanya emosiku sangat tidak stabil, aku bingung kenapa sulit sekali untuk di kontrol. Anak pertamaku sering sekali menjadi pelampiasan amarahku. Aku merasa begitu parah, sedikit kesalahan yang dibuat anakku aku langsung marah. Meskipun sesudah marah aku meminta maaf padanya, aku merasa sangat bersalah sekali. Aku tidak ingin jika nantinya anakku menjadi sepertiku.
Hanya karena dimarahi suami aku bisa marah luar biasa sama anakku. Hampir tiap pagi suamiku seperti bad mood, karena anak merengek aku sering dimarahinya tapa ia cari tau terlebih dahulu sebabya. Entah lah aku sering tidak suka jika disalahkan sementara aku tidak melakukan kesalahan.
Jam kerja dan pola makan suami yang tidak teratur juga kadang menjadi sebab amarahku. Entahlah aku bingung harus bagaimana. Ibgin sekali mencurahkan semua keluh kesahku pada suamiku. Taoi aku takut jika ia tidak terima. sementara selama ini dia hanya diam dan tak oernah meminta aku begini begitu.
Hal diatas juga yang membuat aku kadang merasa kehilangan rasa untuknya. Rasa sayang seolah perlahan memudar, astagfirullah,,, ya Robbii aku tak ingin begini. Aku merasa diriju terlalu dikuasai emosi dan aku tak tau harus bagaimana :'(
Haruskah niatku diawal pernikahan untuk menikah satu kali saja seumur hidup menjadi ragu? bagaimana nasib anak-anak ku?
Bahkan tak jarang aku masih berputus asa, dan disaat aku kesal pasti fikiranku mengambang entah kemana-mana. Bahkan sering terfikirkan olehku to end my life... :'(
Tapi, lagi-lagi anak-anak lah yang menguatkan aku. Siapa yang akan merawat mereka jika aku tiada? Sementara suami seperti terlalu mencintai pekerjaan nya. dia sering lupa kalu dia punya anak dan istri. Bahkan disaat diajak refreshing pun sering kali ia merasa berat ninggalin pekerjaannya. walaupun ia mau terkadang pergi dalam hati yang tak nyaman dan sering kali kami ribut saat sedang tamasya.
Aku bingung, entah harus dari mana aku memulai memberi tau nya tentang kegelisahan hatiku ini. Aku takut  jika aku sampaikan ia malah marah dan aku malah jadi tak nyaman karena apa yang aku sampaikan padanya.
Bahkan disaat Praktek Game level 1 tentang Komunikasi Produktif sudah akan berakhir pun aku masih berada dalam jalan yang buntu :'(

Kamis, 11 April 2019

Tantangan 10 hari, Game Level 1, Day 13, kelas Bunda sayang

Sore ini bunda ajak kakak mandi bareng adiknya, tapi di bak yang terpisah, selesai memandikan adiknya bunda sadar kalau tutup sabun mandi si adek belum ditutup. Setelah menghanduki si adek aja ah nutup botolnya,,, fikirku...

Setelah meletakkan adek di kasur dan membalutnya dengan handuk bunda kwmbali lagi ke kamar mandi,,, dan apa yang terjadi? ternyata sabun mandi adeknya yg ang masih seperempat botol dituang semuanya ke air mandi si kakak. akhirnya bunda pun mengklarifikasi kenapa sabunnya dihabiskan...

Bunda :Astagfirullah,,, kakak,,, (dengan nada hampir tinggi) kenapa sabunnya dituang semua?

Qila : kakak pengen banyak busanya bunda, kayak anak - anak yang di film-film itu,,, ( jawabnya polos)

Bunda: Kak,,, kalau begini besok pagi adek gak punya sabun dong buat mandi...

Qila : Gak apa bunda,,, besok kakak beliin ya,,,

Bundanya pun akhirnya meringis sambil mbatin, lagi-lagi jawabannya membuat bunda pengen ketawa, terus ngomong ke kakak..

Bunda : Kak, kalau sabunnya kakak tuang begini itu namanya mubadzir sayangku,,,

Qila : Heem,,  gak bokeh mubadzir ya bunda,,,

Anak-anak itu emang unik, lucu dan menggemaskan. Apalagi kalau sudah berulah, kadang menyenangkan kadang membuat emak-emak kudu mengulur ususnya sampai panjang....

Begitulah cara mereka berproses menjadi besar, dan mereka akan terus tumbuh hingga dewasa. Sebagai ibu yang harushkith lakukan adalah membersamai pertumbuhannya dengan bimbingan dan pengawasan yang baik. Semoga kita selalu diberi kekuatan membersamai anak kita. Aamiin.   

Selasa, 09 April 2019

Tantangan 10 hari, Day 12, Kelas Bunda Sayang

Moment ulang tahun adalah moment yang hanya bisa ditemui 1x dalam seumur hidup...dan kebtulan Hari ini adalah ultahnya suami, ingin sekali rasanya memberi ucapan surprise... 

tapi apalah daya,,,, 

kemampuan berkomunikasi yang baik masih saja harus aku latih. Empat tahun menikah rasanya belum cukup untuk mengenalnya, bahkan setiap hari berkomunikasi pun rasanya masih ada yang kurang.

Tadi malam sebelum tidur dan sebelum pergantian hari aku coba tuk ucapkan selamat ulang tahun untuk nya. Aku yang kurang bisa berkomunikasi dengan baik pun merasa garing.

 Tapi alhamdulillah dia meresponnya dengan baik. Meski matanya masih saja menatap layar ponsel. Kebiasaannya menatap layar ponsel saat sedang berbicara sering kali membuatku kesal. Tapi kali ini aku tidak memperdulikannya. karena merasa tak ingin mengeluarkan kata-kataku yang tak berkenan di telinganya. sejauh yang aku ucapkan diresponnya dengan baik, rasanya itu sudah cukup bagiku. aku merasa kali ini suasana dan keadaannya tepat.

tapi ada yang membuatku tak enak hati di momen ultahnya. hari ini sengaja aku buatkan tumpeng mini perdana karyaku sendiri, dengan harapan dia mengerti akan usahaku tuk membuatnya merasa special. Ternyata tumpeng tinggal lah tumpeng... yang akhirnya bentuk kerucutny berubah menjadi hancur karena aku sendiri.

Tumpeng yang ingin aku suguhkan diwaktu makan siang ternyata gagal, karena nasinya belum tanek. setelah makan siang nasi baru mateng, dan kebetulan anak pertamaku belum ingin makan ketika kami makan bersama tadi, akhirnya cepat-cepat aku design semampuhku dengan harapan suami tetap merasa di specialkan dan si kakak juga semangat untuk makan karena merasa aneh dengan hidangannya. Benar saja, setelah aku tunjukkan ke si kakak dia sangat antusias dan ingin sekali untuk segera menyentuhnya.

Lalu aku bawa ke ruang kerja suami, dengan harapan tidak mengganggu jam kerjanya. ketika sudah diruangan aku bilang ke kak Qila,,

Bunda : Kak,mau bilang apa kak ke ayah,,,?

anak pertamaku ini bisa dibilang cerdas, cepet nangkep kalo orang ngomong, langsung saja dia ucapkan apa yang sudah aku instruksikan sebelumnya...

Qila : Selamat ulang tahun ayah,,,,

Mendengar suara anaknya yang comel suamiku pun langsung menoleh dan akhirnya dia tau kalau ada tumpeng yang kami suguhkan untuknya dan menjawab ucapan dari si kakak... 

Ayah : Terimakasih anakku sayang,,, jawabnya

tiba-tiba Qila menanyakan hiasan telur puyuh pada tumpeng, 

Qila : Bund ini apa bund? 

Bunda : Endog upin,,, jawabku.. 

sejak kak Qila kecil kami sudah terbiasa menamakan sate telur puyuh dengan sebutan endog upin hingga sekarang. Jadi kak Qila langsung paham yang dimaksud. 

kemudian Qila mengambil salah satu telur puyuh hiasan, lalu aku bilang,,,

Bunda : Kak, coba ayah disuapin,,, 

langsung ia meluncur ke arah ayahnya,,,,

karena sedang asyik bekerja, suuamiku langsung merespon dengan mimik yang sangat tidak enak lalu ia ngomong :

Ayah : Bund, aku lagi kerja bund, maaf momennya kurang pas...

langsung aku bilang ke Qila,,,

Bunda: Kak, sini kak,,, ayah lagi kerja,,, makan di dalem yuk....

karena kesal, aku bawa tumpeng ny masuk dan langsung aku hancurkan bentuk nya yang kerucut menjadi gepeng...
Rasanya campur aduk,,, dan batinku bergemuruh,,, iya sih momen nya kurang tepat, tapi setidaknya menghargai sedikit akan usahaku, aku membuatnya disela sela kerepotanku membersamai anak-anak dan menyelesaikan pekerjaan rumah. hingga akhirnya mataku pun berkaca-kaca..hingga menangis.... 

Akhirnya aku tersadar, Astagfirullah,, ucapku..

aku terlalu berharap akan ucapan terima kasih darinya sehingga pengharapanku itu menjadi sia-sia, aku lupa bahwa berharap hanya boleh pada Allah,, dan hatikupun kemudian menjadi tenang. ditambah lagi dengan kehadiran suami yang setelah setengah jam kemudian menghampiri,, dan meminta maaf atas ketidak enakan yang terjadi ketika aku menyuguhkan tumpeng untuknya. 

Senin, 08 April 2019

Tantangan 10 hari, Day 11, Kelas Bunda Sayang

Siang ini Bunda sengaja masakin udang buat kak Qila, biar semangat makannya. Karena sudah beberapa hari terakhir bunda bingung karena kakak susah makan. Bisa dibilang sangat tidak sabar saat nyuapi karena makannya susah. kemarin, disaat nyuapin si kakak secara spontan bunda tanya ke kakak:

Bunda : Kak, kakak kenapa kok sekarang makannya susah? kakak pengen bunda masakin apa? ikan? udang?

Qila: Udang, jawabnya polos

Bunda : Kalo mau udang besok ya sayang, sekarang sudah siang, yang jual udang sudah pulang.

Qila: besok kakak ikut ke pasar ya bundbbeli udang

keesokan harinya, yaitu hari ini pagi-pagi sekali bunda ke pasar agar tidak kepanasan karena bawa si adek belanja. Kak Qila masih tidurjadi gak diajak. Alhamdulillah yang dicaripun ada,,, (udang)

Di siang harinya bunda goreng udang sambil dengan penuh semanga. setelah selesai bunda memanggilnya:

Bunda : Kakak Qila,,,, kakak dimana?

Qila : kakak disini bund, lagi main pasir-pasiran didepan,,,

Bunda : Bunda punya sesuatu lho,,,,

Qila :wahhh,,,Bunda punya apa?

Bunda : Lihat ini,,,, ayo coba tebak ini apa?

Qila : Wahhh,,   kakak mau makan pake udang...(sambil mengajukan tangannya hendak mengambil udang) 

Bunda: Eitsss... kakak lupa ya? Kakak kan belum cuci tangan habis main pasir-pasiran,,,, 

Qila : Tapi bunda,,, kakak udah gak sabar mau makan udang... 

Bunda: Kakak mau sakit perut ya?  kan kalo gak cuci tangan nanti kumannya masuk keperut. Nah ini bunda suapin satu dlu ya, tapi tunggut   kulitnya bunda kupas dulu, habis disuapin kakak cuci tangan ya.. 

Qila : Iya bunda, Bund,,, kakak cuci tangan dulu ya kalo gitu

Bunda: Wah... hebat anak bunda mau cuci tangan,  cucinya pake air yang bersih dari bak mandi ya.. 

Qila : oke siap,   sambil mengacungkan jempolnya.. 

setelah cuci tangan ia tak sabarsingin melahap udang gorengnya... dan diambilnya satu ekor udang goreng dari piring. 

Bunda: Kak, yang itu masih ada kulitnya loh,,, kakak bisa makannya? 

Qila : Bisa bund,   

Bunda biarkan kakak coba makan sendiri terlebih dahulu, tak ingin mengganggu rasa percaya dirinya. Hingga akhirnya dia menyerah,,,, 

karena biasanya kalo makan udang pastilah bunda kupaskan kulitnya... 
Qila: Bund, tolong kupasin kulitnya,,, kakak gak bisa ngupasnya

Bunda : Sini bunda ajarin,,, coba lihat nih,,, pertama copot kepalanya, tarik kaki - kakinya yg banyak inii  kupas kulitnya dari bawah... 

kak Qila coba menirukan tapi sayang dia masih kesulitan, bunda juga tak ingin memaksanya karena maklum kakak masih tiga tahun dan sepertinya belum sampai kesitu kemampuannya.




Setelah itu kakak pun makan siang dengan lahap sambil disuapin bunda. Alhamdulillah,,,,

point komunikasi produktif ke anak:

Keep information short and simple ✅

Menggunakan suara ramah✅

Ganti kata tidak bisa menjadi bisa✅

jelas dalam memberikan pujian dan kritikan✅

Sabtu, 06 April 2019

Tantangan 10 hari, day 10, Kelas Bunda Sayang

Malam ini si kakak tiba-tiba rewel. Bunda yang ketiduran pun akhirnya terbangun karena tangisannya. Si adek juga ikut teebangun, sementara si Ayah sedang asyik lembur kerja diruang depan.
Paling merengek sebentar saja,,,, ucapku dalam hati...

Eh,,, ternyata tidak,,,, si kakak malah tambah kejer nangisnya...
karena si adek bangun, bunda mikih buat menidurkan si adek terlebih dahulu,si adek pun tak bisa tidur karena suara tangisan kakaknya. belumpun sempat bunda menghampiri si kakak, ayahnya yang merasa terganggu karena sedang bekerja akhirnya menghampiri si kakak dan langsung menggendongnya dan menanyakan kenapa dengan nada penuh emosi. aduh kacau nih batinku,,

kak Qila pun terus menangis kencang, lalu ku ambil dia dari gendongan ayahnya. ku peluk agar merasa sedikit tenang. sembari ngomong ke ayahnya:

Mas,,, sampean lagi capek, sini anaknya, kasihan...

bunda juga sebenarnya sering marah ke si kakak, tapi kalau lihat si kakak dimarahin ayahnya bunda juga gak tega (begitulah emak-emak ya,,,, :D)...

Setelah anak-anak tidur lagi aku dekati suami yang sedang asyik duduk sendiri sambil merokok dan browsing hal yang terkait pekerjaannya,,,,

Bunda : Mas, tadi sebelum tidur Qila bilang, bund,,, kakak pengen jalan-jalan naik motor, tapi ayah malah kerja,,,,

tereus aku jawab begini : ayah kan kerja buat kita sekeluarga, nanti kalo ayah gak kerja kita makan apa? terus kalo baju kakak udah gak muat beli baju yang besar pake apa? kalo jalan-jalan siang ya kak, kalo malem ayah kerja...

Ayah : beneran tadi bilang begitu?

Bunda :heemb, gimana kalau besok kita jalan-jalan, kasihan kakak sepertinya kurang bahagia karena lebih sering dirumah.

Ayah : oke siap!!!

Sebenernya ini moment yang tepat untuk ngomong banyak hal ke suami, pengen banget menyampaikan semua uneg-uneg, tapi sudah larut malam..semoga Allah segera memberikan waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya ke suami,,,, 

KomKomunik Produktif ke anak :

Mengendalikan Emosi✅

keep information short and simple✅

intonasi suaradan menggunakan suara ramah✅

menunjukkan empati✅

KonuKomuni Produktif ke suami:

choosecthe right time✅

intensityiif eye contact✅

Tantangan 10 hari, Day 9, Kelas Bunda Sayang

Anak adalah tempat kita belajar banyak tentang dunianya. Belajar mengerti keinginannya, belajar memahami siapa kita. bahkan terkadang ada ucapan polosnya yang ternyata membuat kita berfikir lebih jauh lagi.

anak pertama saya suka banget makan permen, kalau ke warung lihat pernen pastilah dimintanya. Jika tidak diperbolehkan untuk membeli yang sering terjadi adalah nangis yang luar biasa,,, ketimbang nangis diluar rumah dan bikin banyak orang bertanya-tanya kenapa menangis lebih baik saya perbolehkan toh masih  bisa dibilangi ketika makan permen agar tidak berlebihan.

Hari ini sehabis membeli permen dan menikmati nya si kakak tiba-tiba meminta maaf kepadaku, hal yang tidak disangka ketika sampai dirumah pun terjadi. kakak minta maaf dengan sendirinya karena merasa bersalah.




Point komunikasi produktif ke anak:

Keep information short and simple(Kiss)  ✅

Intonasi suara dan gunakan suara ramah✅

Menunjukkan Empati✅

Jumat, 05 April 2019

Tantangan 10 hari, Day 8, Kelas Bunda Sayang

Hari ini bunda pengen banget ajarin kakak cara berhemat air saat mandi, karena tiap kali kak Qila mandi selalu saja air yang sudah diisi di ember mandinya ditambahin sendiri pake air dari bak mandi sampai embernya penuh.

Bunda: (memanggil kakak buat mandi) kakak sayang,,, airnya dah siap nih,,, ayo mandi,,,

Qila : Tapi kakak masih mau mainan bunda...

Bunda : Kakak,,, kan sudah sore, ntar ma main dikampung gk?

Qila : kak lagi asyik main bunda...

Bunda : katanya tadi pengen main sama temennya,,, yuk ke kamar mandinya bunda gendong belakang yuk,,, 

Qila : (langsung berlari ke arah bunda sambil tertawa-tawa hingga sampai di kamar mandi,,,,) 

Bunda : Sini buka dulu bajunya,,, nanti mandinya jangan lama-lama ya kak, gantian sama adek, terus harus hemat ai gak boleh mubadzir,, 

Qila : Bunda,,, kakak pengen airnya banyak,,, biar bisa berenang,,, 

Bunda : nanti,,, klo air pamnya mati, terus dirumah gak ada air gimana dong? 

Qila : Ya gak boleh mati to airnya bunda.... 

Bunda: (sedikit kewalahan utk merayu sibkakal lagi) kan yang matiin airnya bukan bunda, bapak - bapak yang jaga air pam yang matiin karena ada yang rusak terus mau dibenerin dimatiin dulu sama bapaknya. 

Qila : iya bunda, kayak Oemar Hana kan gak mubadzir,,,, 

Bunda : (agak takjub,,, ternyata si kk emang selalu coba memahami film yang ditontonnya) Nah,,, tuh kakak sudah tau,,, nanti pake airnya gak mubadzir,,, 

Qila : (dengan tegas kk menjawab) Siap bos,,,, 

Bunda: (lagi-lagi tertawa karena jawaban si kk) 

Qila : Bunda kenapa sih kok ketawa? (bertanya sambil tertawa juga) 

Bunda : Kk comel sih 

Qila : (tertawa karena merasa lucu dengan ucapan bundanya)

Point Komunikasi Produktif ke anak :

Kiss ✅

intonasi suara dan menggmenggu suara yang ramah ✅


Rabu, 03 April 2019

Tantangan 10 hari, Day 7 Kelas Bunda Sayang

Sejak si kakak punya mainan pasir-pasiran rumah rasanya gak pernah bersih, lantai berasa pasir semua. Sering kesel juga bundanya, karena yang ngeres bukan cuma lantai taapi kasur juga. Pasti bundanya pengen ngomel terus,,,, tapi sekarang bunda punya tantangan kesabaran disaat pasir-pasiran.

Bunda : Kak, kok kakak lupa, kemarin kan bunda sudah bilang klo main pasir jangan dilantai, nanti kaki kakak gatel lagi loh....

Qila :Tapi bunda, kakak pengennya main dilantai..

Bunda: Yaudah klo gitu, nanti habis main dimasukin diwadahnya lagi ya,,, terus kalo tangan atau kakinya gatel-gatel lagi jangan nangis...

Qila : Iya bunda,,,

Beberapa menit kemudian bunda menghampiri kakak lagi,,,, melihat kakak yang tengah asyik bermain... tiba-tiba ia menghampiri...

Qila : Bunda, kaki kakak gatel
, tolong garukin bunda...

Bunda: Nah,, klo mainannya ditaruh diwadah berantakan gak? dilantai banyak debunya, kadang ada semut juga. kemarin kakak tangannya juga gatel to? 
Qila : iya bunda... kakak cuci tangan dulu ya.... 

Bunda : okey :)






Point Komunikasi Produktif ke anak:

Mengendalikan Emosi✅

Intonasi suara dan menggunakan suara yang ramah✅

Refleksi pengalaman✅

Mengganti nasihat menjadi refleksi pengalaman✅

Menunjukkan empati✅

Selasa, 02 April 2019

Game Level 1, Day 6, Kelas Bunda Sayang

Membujuk si kakak Untuk mandi itu kadang mudah, kadang susah. Bunda harus pinter ngerayu, kalo tidak sabar,,, bisa-bisa keluar dah tanduk bundanya,,,,

yang ingin saya terapkan untuk Qila yaitu agar terbiasa mandi sebangun dari tidur, agar jika si kakak sudah mulai sekolah bunda tidak kesulitan untuk merayunya karena sudah menjadi kebiasaan. Pagi ini ka Qila sempat menolak untuk mandi, untung bunda inget ada mainan barunya si "Robo Fish",,, dan aksi merayu langsung dimulai,,,

Bunda: Kak, ayo mandi,,,

Qila : Kakak belom pengen mandi bunda,,,

Bunda : Kakak kan udah hafal lagu tentang mandi,,, bangun tidur ku terus mandiii... coba kakak dah bisa kan nyanyinya?

karena baru bangun tidur Qila malas meresponnya...

Bunda: kak, bunda punya sesuatu,,, lihat nih,,, yuk mandinya sambil berenang sama ikan...
Qila : ayo bunda,,,, (dengan penuh semangat),, nanti Kakak mandinya pake air yang banyak ya bunda,,,

untuk kali ini terpaksa dipenuhi dlu agar si kakak mau beranjak ke kamar mandi.. dengan harapan di esok hari bisa paham saat diberi pengertian untuk hemat air. ..


Point Komunikasi Produktif ke anak:

intonasiisuara dan gunakan suarasramah✅




Game Level 1, Day 5, Kelas Bunda Sayang

kejadian tanggal 1 Maret

Pagi ini Pengen banget V Call sama Eyang, Mecca sudah Bangun sejak subuh tadi, tapi Kak Qila masih nyenyak...

Jadilah bunda v call Eyang bersama adek, merespon obrolan eyang ternyata membuat keramaian di dalam kamar dan akhirnya si kk terbangun. ketika disodorkan kamera ke kakak ternyata dia malu karena bangun tidur, meskipun begitu akhirnya kakak mau juga menghadap kamera.

disela-sela ngobrol dengan eyang lewat v call tiba-tiba kak Qila nanya:

Qila : Bunda, kok baju kakak basa?

Bunda : Lho,,, kakak ngompol mungkin, coba pegang kasur sama gulingnya, basah gak?

Qila : basah bunda,,,
Bubda: Nah berarti kakak ngompol tuh kayak kemaren, waktu mau bobog kakak gak mau pipis to?

Qila: (geleng-geleng kepala)
Bunda : yang kemarin kakak inget gak, waktu kakak ngompol juga, waktu itu kakak juga gak mau pipis kan sebelum tidur. Besok kalo mau tidur pipis dulu ya sayang...

Qila : (menganggukkan kepalanya)



Senin, 01 April 2019

Game Level 1, Day 4, Kelas Bunda Sayang

Aktivitas di tanggal 31 Maret 2019 

Seharian dirumah dengan rutinitas yang itu-itu saja sering kali membuat jenuh. Ditambah ngopeni dua anak yang aktif. Meskipun begitu, anak-anak adalah penawar lelah dan kebosanan dirumah. Sore ini ingin sekali refreshing keluar rumah, lalu jatuhlah pilihan untuk ngajak anak-anak ke alun-alun terdekat. Kebetulan si Ayah sedang belanja spare part di semarang dan belum pulang, setelah izin ke ayah langsung siap-siap dan mengkondisikan anak-anak. 

setelah selesai mandiin si adek sekaligus memakaikan pakaiannya, lanjut mandiin si kakak yang sejak tadi sudah berendam dan main air. 

Bunda : Kak, mentas yuk

Qila : Kakak masih mau main air bunda

Bunda : Kak, Bunda mau jalan-jalan loh, kakak mau ikut gak? 

Qila :  Mau bunda. 

Langsung dah bunda mandiin si kakak, dan kemudian memakaikan pakaiannya. 
setelah selesai nguruain si kakak, si adek malah merengek. Kebiasaan si adek tdr setelah mandi, tapi kali ini si adek belom dikeloni. Lalu bunda bilang ke kakak:

Bunda : Kak,bunda ngeloni adek sebentar ya, adeknya haus mau mimik
kakak: Iya bunda. 

lalu si kakak tiba-tiba membuka kulkas dan dilihatnya ada buah semangka,terus ngomong:

Q: Bunda, potongin semangka

Bunda : Kak, ambil yang dipiring dulu ya, yang udah bunda potong

Qila: Tapi bunda,,,,, kakak maunya diootongin lagi

Bunda : Kak, adek kasihan udah haus, nanti habis mimik i adek bunda potong ya

Qila : iya bunda, bunda... kakak mau yang besar ya,,, 

Bunda: ya kak,,,, saya jawab dalam posisi membelakanginya karena sedang menyusui si adek

Qila : Sambil mendekat si kakak ngomong, bund ligat ni bunda, kakak bawa yang besar,,, kakak makan ya... 

Bunda : Iya kak,,,,(tanpa menoleh) 
Setelah itu Qila terdengar begitu lahap memakan semangka dengan suara sesapan berkali-kali. Batinku,,, ini si kakak lahap amat ya, terus bunda menengok ke belakang.. 

Bunda: Hahhhhhh,,,,,?!!! lho kak,, kok makan yang belom dipotong? sambil ngakak dan bingung saya lihat ulahnya :D



Qila : Tadi kata bunda boleh, jadi kakak makan yang besar. (si kakak ikut ngakak juga kayak bundanya)

Bunda : Kak,,, tadi kan bunda bilang ambil yang dipiring, terus bunda mau potongin setelah adik mimik...(sambil masih tertawa), klo makan gede begini yacsaru, gak baik, malu klo dilihat orang, lihat tuh baju kk jadi kotor lagi kena semangka

Point Komunikasi Produktif ke anak :

Keep information short and simple ✅

intonasi suara dan menggunakan suara rendah✅
jelas dalam memberi pujian dan kritikan✅


Minggu, 31 Maret 2019

Game Level 1, Day 3, Kelas Bunda Sayang

30 Maret 2019 

Siang ini tumben si kakak minta bobog siang. Tapi si kakak pengen tidur sendiri, sementara kasur yang diluar sudah ditempati ayahnya untuk tidur siang, kamar depan sudah ada bunda yang lagi ngeloni adek, kamar belakang ada pakaian yang belum dilipat.

Qila masih aja pengen tidur diluar, ayahnya mau disuruh pindah, tapi gak boleh dibangunin sama bundanya.

Bunda : kak, ayah lagi istirahat siang, kasihan ayah capek habis kerja. kaka bobog sama bunda & adek ya?

Qila : Tapi kakak maunya sendiri bunda, ayah ben pindah wae

Bunda : Kak, klo dikamar kan ada kipas, diluar sumuk, bantalnya ditata disamping adek nanti kk bobog ny bareng adek, kakak kuat to angkat bantal nya? ayo ditata, , kakak kan pinter :) 

Qila : Oke bunda,,, ( saambil tertawa riang) 

langsung deh si kakak semangat tidur bareng adiknya. si kakak ini paling seneng angkat bantal, karena klo hbs angkat bantal dia suka langsung nubruk kasur sambil peluk bantal yg dibawa. Alhamdulillah,,, gk sampai main drama sama si kk. meskipun akhirnya gk jadi tidur karena budenya dateng dan ngajak Qila ke sarean (ziarah ke makam) 



Point Komunikasi Produktif ke anak:
Keep information short and simples✅
intonasi suara dan menggunakan suara ramah ✅

Sabtu, 30 Maret 2019

Game Level 1, Day 2, Kelas Bunda Sayang

29 Maret 2019

Komunikasi Produktif

Hari ini berjalan seperti biasanya, karena hari jum'at ayah libur sejak pagi sampai maghrib nanti. Bunda sedikit ringan tugasnya karena dibantu ayah momong si kakak. kakak diajak main sampai bosen dan minta pulang.

Sesampainya dirumah tiba-tiba kakak merengek minta balon, akhirnya bunda coba temenin ke warung ternyata diwarung yang buka tidak masok balon. Merengek lagi lah si kakak. bunda coba bujuk untuk nyari diwarung lain. sebelumnya mampir kerumah dulu, ketika sampai dirumah jatuh pilihan utk beli balon di toko mainan sebelah rumah, biasanya jual, ehhh... ternyata pas kosong. alhamdulillah kakak gak nangis,tapi... malah minta mainan masak-masakan. aduhhh itu belanja diluar budget batinku, coba aku rayu agar si kakak gak fokus sama permintaannya tadi. malah tiba-tiba minta scooter gara-gara lihat barangnya. ampuuuunnn batinku, Akhirnya karena gak dituruti si kakak nangis kejer, tapi akhirnya mau dibujuk pulang. Jangan sampe ngamuk fikirku. 

bunda : kak, kita pulang dulu yuk, kita tanya ayah boleh atau enggak, kakak belum boleh main itu, berbahaya. 

akhirnya si kakak mantuk(menganggukkan kepala) sambilsmbesek-mbesek (sesenggukan). 

ketika sampai dirumah, Qila langsung nangis menyampaikan permintaannya pada ayahnya., biar  gak tambah nangis terus bunda jelasin ke ayah, agaraayah paham sebabnya. bunda bilang ke ayah dengan bahasa yang tidak dipahami si kakak, pakai bahasa Inggris sebisanya yang penting si ayah paham :D

Bunda: Yah, the sister, asking pooh toy (mainan pooh dlm karakter teletubies), she is crying in toys shop.

Ayah : Gimana kalo diajak keluar, muter-muter sambil coba lihat mainan unik ditoko yang lain. 

Bunda : okey, tak siap-siap dulu kalau begitu.

Point komunikasi produktif ke anak:

Mengendalikan emosi✅
disaat Qila ngambek hampir saja bunda emosi, tapi untung bisa dikontrol apalapa ditempat umum

keep information short and simple
saat Qila maksa untuk beli mainan scooter bunda coba bujuk untuk tanya ke ayahnya dan akhirnya mau pulang

point komunikasi produktif ke suami:

Intensity of eye contcont
disaat Qila pulang langsung nangis bunda coba jelasin ke ayah sambil melihat ke arahnya agar kalimat yang disampaikan cepat dipahami 



Kamis, 28 Maret 2019

Game Level 1, Day 1, Kelas Bunda Sayang

Tantangan 10 hari "Komunikasi Produktif"

28 Maret 2019

1. Komunikasi Produktif dengan anak

Hari ini bunda merasa seperti detektif, wkwkwkwk
gimana tidak?!,,, , setiap gerak gerik anak dan suami selalu diperhatiin, semoga aja si ayah gk curiga yang aneh-aneh...Si kakak Har ini alhamdulillah terlihat happy, meskipun bundanya blum bisa nemenin main secara maksimal.
kakak biasanya susah diajak mandi, susah disuruh makan dan susah diajak ganti baju kalo mau tidur... biasanya bunda pasrah mengikuti maunya si kakak karena gk mau kakak rewel dan nangis. Meskipun dalam hati sepertinya berontak atas apa yg aku lakukan dengan membiarkan menuruti kemauannya.

Tapi hari ini ada yang beda, biasanya kalau si kakak gk nurut bundanya langsung metu sungune, begitulah kata si ayah klo lihat istrinya lagi ngomel.
karena ada tantangan di game level 1, bunda berlatih untuk menahan emosi. Coba ngebujuk kakak mandi dengan cara ngajak kakak main air pake pancuran, menanyakan sama kakak mau mandi pake air hangat atau dingin. Selama ini bundanya selalu maksa mandi pakai air hangat, si kakak sering kali menolak, terus tadi kakak Qila bilang : bun, kakak mau pake air hangat tapi nanti dicampur air dingin ya. 

owhhh bunda baru paham, ternyata yang dimaksud si kakak airnya dingin tapi tidak dingin banget seperti air yang di bak mandi. ternyata selama ini bunda salah paham dengan maksud si kakak. Biasanya klo minta air dingin ya bunda kasi air dingin, tapi waktu dimandiin si kk protes kedinginan :D

Ternyata kalau mau dengerin sebentar saat si kk ngomong gak terjadi miss komunikasi.

yang kedua yaitu saat mau nyuapin kakak untuk makan malam.
lihat bundanya udah pegang sendok dengan nasi dan lauk si kk langsung bilang : kakak gak mau makan bund. mulailah muncul tanduk bundanya,,, tapisambil ngelus dada, sabarrrrr,,,, 

kemudkem bunda ambil trik dengan coba nimbrung kak Qila yang sedang asik main pasir-pasiran. teus ngajak kakak ngobrol:

Bunda : wah,,, kakak lagi bikin apa tuh?
Qila     : kue ulang tahun, bunda mau?
bunda : mau
Qila     :bentar ya Qila potong dulu
bunda : okey,,
Qila     : ini udah siap 
Bunda: suap-suapan ya kak?!
Qila : Si kakak akhirnya makan dengan lahap sambil bermain hingga makanannya habis

Alhamdulillah  hari ini berjalan dengan lancar sesuai keinginan, Semoga bisa istiqomah hingga game berikutnya.

point yang di dapat:

1. Fokus pada solusi bukan masalah ✅
2. Mengendalikan intonasi suarasdengan suara ramah✅

2. Komunikasi Produktif dengan suami

Pagi menjelang jam kerja suami,  dipamiti suami: "bund, ayah mulai kerja ya nitip anak-anak"  dan Akupun menjawab: okey yah..
Suami kebetulan kerja dirumah, melayani service hp, laptop komputer dkk. jadi keseharian suami ngapain aja aq pasti tau.

Dii siang harinya si ayah ngajak keluar karena pusing service nya belum ditemukan pusat kerusakannya.
ayah : bund, ayo keluar semua, suntuk lihat garapan gk ditemukan titik kerusakan nya.
bunda : diluar gerimis, gak apa bawa anak-anak?  si adek dibawa gak apa?
ayah : gak apa, insya'Allah aman hujannya.

Akhirnya coba ikutin maunya suami dulu, meskipun sebenarnya kasihan lihat si baby dibawa keluar. Alhamdulillah seharian ini tidak ada cekcok dan tidak ada perdebatan dengan suami.

point yang di dapat :

I am respresponsifor my communication result ✅


Rabu, 27 Maret 2019

PENDAFTARAN KELAS BUNDA SAYANG

Pembukaan kelas Bunda Sayang sudah dimulai, antara ingin daftar dan tidak, ingin daftar karena pengen belajar agar aktivitas anak saya yang pertama tetap terkontrol meskipun sudah punya adek. Tidak ingin karena merasa takut gak bisa ngerjain tantangannya. Akan tetapi ada hal yang buat hati ini optimis untuk daftar, yaitu si kakak. Sejak punya adik kakak lebih sering main sendiri. Jarang mengeluh, seolah ia tau posisi seorang kakak.  Namun belakangan ini kakak kok beda, ia lebih sering ingin diperhatikan, ingin dimanja selayaknya anak seumurannya yang masih 3 tahun. Pernah beberapa kali si kaka waktu mau bobog minta klonin, tapi bundanya sedang menyusui adiknya, akhirnya si kakak bunda suruh peluk dari belakang. Tak kuasa rasanya menahan air mata saat itu, sampe si kakak nanya:

Kakak : bunda kenapa kok nangis?

Bunda: bunda gak nangis kok kak.  (sambi aku elus kepalanya sesampainya tangan untuk mengelusnya, meskipun membelakanginya) 

 Akhirnya aq bulatkan tekad untuk daftar kelas bunda sayang agar si kakak punya kegiatan yang teratur dan semoga setelah kelas bunda sayang selesai, aktivitas kakak tetap berlanjut dan teratur. Aku beranikan diri untuk daftar,dan bilang ke suami.

Bunda : yah, di komunitas yang bunda ikuti sedang ada peluang buat daftar jelas bunda sayang bunda lihat si kakak sekarang merasa kesepian, dikelas bunda sayang itu nanti banyak kegiatan yg melibatkan anak. semoga dwngan ikut kelas bunda sayang bunda bisa maksimal juga jagain si kakak.

Ayah : ya monggo, yabg penting jangan sampe anak-anak gak keurus.

Bunda : iya yah insya'Allah, tapi yah, dikelas bunda sayang itu tugasnya harus diposting di sosmed. klo diposting difacebook gimana?

Ayah : jangan difacebook, ya kamu tau sendiri gimana respon orang lain klo lihat postingan yang terlalu banyak dan sering

Bunda :iya juga sih yah, klo do blog gmn?

Ayah :ya monggo, tapi entar kamu kudu belajar blog dari awal

Bunda : iya yah gak apad. (didalam hati aq mbatin, meskipun gaptek begini, istrimu pernah punya blog loh mas, meskipun blognya gk bisa dibuka lagi sekarang, setidaknya tau lah cara posting dikit-dikit) :D

begitulah ceritanya, bismillah ikut kelas bunda sayang sudah dapet izin,,, cusss daftar :)

#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#kom#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional