Selasa, 04 Februari 2020

Putri Kupu-kupu



Dalam menyampaikan cerita ini bund cerita sambil merekam. Ketika hendak menyebutkan judulnya, berkali-kali kak Qila protes, kalo putri kupu-kupu ituvya gak ada bund, adanya Peri,,, bunda tetap saja bersikuuh pada judul yg punda sampaikan,,,, tapi akhirnya kak Qila menyetujuinya dan kemudian bunda cerita, setelah cerita kak Qila gak mau ceritanya diakhiri, Sementara jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dengan sedikit bujukan akhirnya kak Qila mau juga tidur.

berikut adalah link VN yang dibawakan selama bercerita. cerita dibuat pada saat itu juga, mohon maaf jika kirang pas dan kurang enak di dengar,,, :D

https://drive.google.com/file/d/1n5xUN7F73sCrqmeYSHoSfy-XKbVD1E8q/view?usp=drivesdk

https://drive.google.com/file/d/1_IyVZieF7-jTmpu6xBKRhz3j9C48tbbB/view?usp=drivesdk

Si Fakir yang tawadhu'

Disebuah pedesaan yang sangat subur, hiduplah seorang nenek tua yang hidup apa adanya. Nek ijah,,  begitulah orang - orang memanggilnya. Nek ijah kini hidup sebatang kara, suaminya sudah meninggal 5 tahun yang lalu, sedangkan nek ijah tidak memiliki anak. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari - hari nek ijah bekerja pada pemilik kebin sayur yang bernama pak Ahmad.

Karena sudah tua, nek ijah hanya diperbolehkan untuk mengikat sayuran yang akan dipasok pak Ahmad dipasar. Dari hasil kerjanya, setiap hari nek ijah mendapatkan upah 10 ribu rupiah.

Nek Ijah: Pak Ahmad, alhamdulillah pekerjaan nenek sudah selesai, apakah nenek sudah boleh pulang sekarang?

Pak Ahmad : Tentu boleh nek, sudah tidak ada lagi sayuran yang perlu diikat, ini nek dibawa pulang untuk masakan nenek hari ini (sambil memberikan seikat sayur bayam pada nek ijah)

Nek Ijah: Pak Ahmad, nenek sidah terima gaji masih saja ditambah sayur begini

Pak Ahmad : Tidak apa nek, anggap saja ini rezeki dari Allah untuk nenek hari ini

Nek Ijah: Kalau begitu terima kasih banyak ya pak Ahmad, semoga Allah membalas dengan kebaikan.

Pak Ahmad : Aamiin, terimakasih banyak juga untuk do'anya nek, sehat terus ya nek,,,

Sepulang dari kebun pak Ahmad, nek Ijah mampir diwarung untuk membeli kebutuhannya.

Nek Ijah : Nak, nenek mau beli beras 1/4 kg saja boleh?
pemilik warung : Eh nek ijah, sehat nek? Kok gak sekalian 1 kg aja nek?

Nenek : Nenek hanya punya uang segini nak, mana cukup kalau buat beli sekilo

Pemilik warung : Ini nek berasnya

Nenek : Kok berasnya banyak banget nak, nenek bilang kan seperempat saja

Pemilik warung : Tidak apa nek, Berkat sayuran yang dititipkan pak Ahmad, warung saya jadi rame, anggap saja ini rizki nenenk. Ibu-ibu dikampung kita ini sangat suka belanja sayur disini karena bagus-bagus dan bersih. Pasti semua itu tidak lepas dari kerja keras nek ijah dalam memilih sayuran untuk diikat.

Nek ijah: Alhamdulillah, Kalau begitu terimakasih banyak ya nak. 

Pemilik warung : Sama-sama nek...

keesokan harinya nek ijah bekerja seperti biasanya dan belanja lagi di warung sepulang bekerja.

Nek Ijah: Nak, nenek mau beli bawang merah, kebetulan bawang nenek abis.
Pemilik warung : baik nek,,, ini bawangnya.

Nek ijah : banyak sekali nak, benek beli 2 ribu saja.

Pemilik warung : Rizki tidak boleh ditolak loh nek

Nek ijah : Baiklah kalau begitu

Pemilik warung : Hari ini mau masak apa nek?

Nek ijah: Mau bikin nasi goreng, kemarin nenek tidak berselera makan, nasinya masih sisa banyak. kalu mau coba nasi goreng nenek ayo ikut kerumah...

Pemilik warung : Nanti malah merepotkan nek

Nek ijah : Tidak nak, nenek malah tambah seneng, karena ada teman makan nenek, selama ini nenek hidup sendirian sejak kakek meninggal.

Pemilik warung : Baik nek, saya akan ikit kerumah nenek sekarang, saya titip warung ke suami dulu ya nek

Nek ijah : iya nak.

Bu sri, demikian nama pemilik warung tersebut, akhirnya ikut nenek kerumahnya dan kemudian mereka menikmati nasi goreng buatan nenek bersama - sama. melihat nenek yang begitu bahagia ditemani olehnya, mata bu sri pun berkaca-kaca.

Nek ijah: Kenapa kamu sedih nak? apa terlalu pedas?

Bu sri: Tidak nek, enak banget nasinya dan saya tidak kepedesan. saya hanya membayangkan betapa hebatnya nenek, diumur yang sudah tua begini masih mampu hidup sendiri dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari.

Nek Ijah: Kehidupan dan kematian itu jaraknya dekat nak, kita hanya wajib mensyukuri semua nikmat Allah, jangan takut miskin jangan takut susah karena kita punya Allah.  Allah sudah mengatur semua keadaan sesuai kemampuan kita.

Setelah selesai makan dan mengobrol tiba-tiba nek ijah merasa lemas. maka bu sri oun membaringkan nek ijah dikasurnya. dan setelah itu tiba-tiba saja nek ijah sudah tidak bernafas. Bu sri sangat panik dan memanggil suaminya serta pak ajmad agar mengecek keadaan nek ijah.

Pak Ahmad : innalillahi wainna ilaihi rooji'un... nek ijah sudah meninggal pak, bu,,,

Bu sri dan suami : innalillahi wainna ilaihi rooji'un...

Bu sri : Padahal baru saja saya makan bersama serta ngobrol bareng nenek, nasihat beliau sangat membekas dihati saya. insya'Allah nenek husnuk khotimah, bekiau orang yang sangat baik sejauh saya mengenalnya.

Mendengar cerita ini selesai, kak Qila merespob ,..

Qila : kasihan ya nek ijah, nek ijah nya hidup lagi to bund..

Bunda : kalau sudah meninggal ya gak bisa hidup lagi to sayang... jawab bunda

Qila : Mmm ya bisa, kan setelah meninggal hidupnya di surga nanti ceritanya dibuat tentang hidup disurga

Bunda: coba kakak yang buat cerita,,,

Kak Qila : Bunda saja to... sambil tertawa


Minggu, 02 Februari 2020

Pak Tani Dan Sapi Perah



Suatu hari, disebuah kaki perbukitan yang sangat subur, hiduplah seorang kakek tua dan seekor sapi kesayangannya. Setiap hari si Kakek menghabiskan waktunya bersama sapi perah itu. Pagi hari sehabis sholat subuh, seperti biasanya si kakek membersihkan kandang sapi dan nenyirami tanaman yang ada disekitar rumahnya. Setelah pekerjaannya selesai kakek pergi ke dapur untuk sarapan. kemudian kakek mengambil peralatan untuk memerah susu sapinya. Setiap hendak memerah susu kakek tidak pernah luoa berdo'a agar susu yang ia perah membawa berkah bagi kehidupannya. Bismillahirrohmaanirrohiim,,, seru kakek saat memulai memerah.

Saat diperah si sapi pun dengan tenang menikmati rerumputan yang sudah disediakan oleh si kakek. Selesai memerah, kakek membawa hasil perahnya ke MCP (Milk Collection Point). Setelah  semua pekerjaannya selesai, kakek menggiring sapinya ke kebun untuk mencari rumput dan melihat-lihat tanamannya. Hanya kebun dan sapinya lah yang bisa membuat kakek bahagia sejak kepergian istrinya 2 tahun yang lalu. Namun kakek tak pernah mengeluh, ia terus menjalani hidupnya dengan penuh semangat yang menggebu. Tiada hari tanpa bekerja,,, begitulah kata si kakek. Meskipun hidupnya pas-pasan, kakek tidak pernah menggantungkan hidupnya pada orang lain.

Setelah puas dengan aktivitasnya dikebun, kakek menggiring sapinya kembali pulang, dan mengikatkan sekarung rumput diatas punggung sapi. didalam perjalanan pulang tiba-tiba kaki sapinya terperosok dalam lubang kecil. Kakinyapun terluka sehingga sapi terpaksa berjalan dengan terpincang-pincang. Tak tega melihat kaki sapi yang terluka, kakek mengambil rerumputan yg ada dan menumbuknya untuk kemudian di oleskan pada luka dikaki sapi.
Oh sapiku yang malang,,, maafkan aku, karena keteledoranku kau jadi terkena musibah,,,,

tiba2 si kakek dikagetkan dengan suara didekatnya...

Tak apa kakek, aku baik-baik saja, kau sudah merawatku seperti anak sendiri,,,,

si kakek pun kebingungan lalu bertanya pada sapinya ,,,, apakah kau yang tadi berbicara?

Benar sekali kakek....

Setelah kejadian itu, si kakek dan sapinya sering berkomunikasi dan si kakek pun tak lagi kesepian...

Dari cerita ini kak Qila diajarkan tentang rasa sabar dan syukur atas nikmat yang Allah berikan dan selalu melibatkan Allah dalam segala hal. Serta mengetahui dari mana susu itu dihasilkan,,,
kak Qila sangat tertarik sekali ketika bunda menceritakan cara memerah sapi, dan seperti biasanya,,, pertanyaan selalu berentet meskipun cerita blm selesai,,,


Story created by my self...

Kamis, 23 Januari 2020

Putri Qila yang penurut


Malam ini karena kakak gak mau tidur-tidur bunda putuskan utk bercerita tentang kegiatan kak Qila seharian ini. Namun untuk mengajak kak Qila tidur harus banyak cara yg dilakukan. Karena ia sedang asyik bermain.

Setelah kak Qila tiduran bunda bercerita tentang aktivitasnya dihari ini. karena hari ini kak Qila selalu menuruti apa yang disampaikan ayah dan bundanya.
Namun ketika bunda sebut ceritanya tentang putri Qila, ia merasa malu dan minta diganti dengan nama temennya.. Dengan bujukan dan rayuan akhirnya dia mau namanya dipakai.

Hari ini ak Qila menurut perintah bunda agar tidak berisik di dalam rumah karena adiknya sedang tidur. Kak Qila bunda ajak maim diluar ruangan sembari bunda menjemur pakaian yang belum selesai.
Ternyata luar biasa, ketika diluar imagonasinya tertuju pada daun kare, dia jadikan daun itu sebagai bahan dasar utk bikin eskrim eskriman
Namun hati ini bunda masih merasa belum sempurna dalam bercerita karena keadaan mata yang mengantuk. semoga esok hari bisa menyampaikan cerita yang lebih baik lagi. 

Minggu, 12 Januari 2020

Aliran Rasa Game Level 9

Membersamai anak-anak memang sudah menjadi aktivitas harianku. Tiada waktu tanpa anak pokoknya :D...

Dulu waktu masih single kalau lihat ibu-ibu marahin anaknya aku suka sedih. meski aku tak tau kenapa ibu tersebut memarahi anaknya. Dan ternyata setelah punya anak sendiri, akhirnya aku bisa merasakan bagaimana rasanya jadi ibu, istri sekaligus home handler didalam rumah. Ternyata kalau kelelahan itu bisa memicu emosi dan amarah. dan tak jarang halbitu sering terjadi pada diriku.

Rasanya diri ini belum bisa maksimal dalam mendidik dan mengasuh anak. Namun di level ini bener-bener ditantang bagaimana caranya agar saya bisa kreatif dalam membersamai anak-anak. meski banyak aktivitas yang tidak tercatat dan terekam, karena saya hanya setor 10 tantangan saja. alhamdulillah dalam keseharian dapat terlaksana kegiatannya.

Bismillahirrohmaanirrohiim 

tetep semangat... 

Selalu berharap dan lakukan yang terbaik untuk hari ini, esok dan yang akan datang.... 

Sabtu, 11 Januari 2020

Resume Game Level 9 (Think Creative)

Think Creative artinya berfikir kreatif. Awal mula membaca judul level 9 ini aku kira bakalan membuat aneka keterampilan. Eh... ternyata bukan itu tugasnya. Namun Think Creative disini ternyata bermakna lebih luas. Bukan berarti hanya menciptakan keterampilan, tapi sejauh mana diri ini kreatif dalam menghadapi anak.

Berdasarkan pengalaman saya dalam membersamai ananda, yang harus saya perbaiki yaitu timing schedule, memahami keadaan dan yang paling penting adalah meninggikan rasa sabar dalam menghadapi segala kemungkinan. Karena, anak tetaplah anak, jangan halangi imaginasi mereka, tapi arahkan agar tidak salah kaprah

Kamis, 02 Januari 2020

Main Salon-salonan

Bosan dengan mainan yang itu itu saja membuat kakak sering bosan dirumah. Bunda cari ide yang selama ini belum pernah bunda lakukan bersama kakak. Kak Qila Bunda ajak main salon-salonan, dan respon nya luar biasa, seneng banget. Kali ini kak Qila bunda ajak bikin masker pake kentang yang diparut. Setelah kentang selesai diparut, Kak Qila bunda minta pemilik salon dan bunda jadi pelanggannya. Kak Qila Bunda minta untuk makein masker ke wajah bunda, dan dia sangat senang melakukan hal itu. Sepanjang ia maskerin bundanya, tiada henti dari tawa karena bunda selalu komentarin setiap gerakannya yang diavrasa itu lucu sehingga membuatnya cekikikan.

Setelah bunda selesai, kami bermain peran, selama kakak bunda beri treatment dia juga tak henti dari tawanya. Geli bund, katanya ketika bunda mengusapkan kentang dipioinya. bunda juga akhirnya ikut cekikikan melihat kak Qila yang lucu. Dek Mecca pun gak mau kalah selama kami bermain salon - salonan, ikut mengolesi wajah bunda dan kakaknya dengan caranya sendiri. Ketika Bunda minta ayah untuk ambil foto, si adek malah udah action duluan. ciiissss katanya, wkwkwkw