Rabu, 18 September 2019

Chocolatos Ice Cream

Sore tadi sepulang dari sekolah, ketika hendak menyebrangi jalan kak Qila ketemu mb. Vanessa, anaknya tetangga yang juga sering main bersama Qila. 

Qila : Mbak Vanessa,,,,(sapa Qila).
Vanessa :Hallo Qila,,,,, sambut mbak Vanessa..
Qila : Qila beli ice cream chocolatos loh,, nanti main kerumah Qila ya..

Setelah pulang dan mengganti seragamnya, mbak Vanessa beneran dateng. Mereka asyik bermain sambil nyemil jajanan masing-masing. Qila nyemil bakso ojek dan mbak Vanessa nyemil kerupuk yang dibawanya dari rumah. 

setelah sekitar setengah jam mereka bermain, bunda minta kak Qila untuk check chocolatos yang tadi dimasukkan ke freezer, kemungkinan sudah membeku kembali. Karena ada dua, vunda suruh kakak untuk memberikan yabg satu lagi kepada mbak Vanessa. tidak lama setelah menikmati chocolatos ice cream terdengar suara adzan maghrib dikumandangkan. Mbak Vanessa berpamitan pulang sambil membawa sisa chocolatos yang ada ditangannya. 

Kak Qila merasa sedih karena merasa baru bermain sebentar, dan tiba-tiba saja merengek, kok chocolatos nya dibawa? padahal sejak tadi chocolatos dimakan oleh mbak Vanessa dia biasa saja. Qila jadinya cuma makan satu, Qila mau dua bunda. akhirnya vunda jelaskan, karena cuma ada dua bunda bilang, kan kak Qila udah punya satu, mbak Vanessa juga satu. jadi sama-sama satu ya sayang,,, jelas bunda. 
Dari sini kak Qila belajar berbagi, karena chocolatosnya cuma ada dua dan anaknya ada dua jadi tiap anak mendapatkan satu cocholatos agar semuanya dapat. kak Qila akhirnya bisa memahami meski dalam hatinya berat, karena dia oengen dapet dua. 

Kali ini tidak ada foto karena mbak Vanessa keburukpulang  heheheh

Selasa, 17 September 2019

Membuat Rumah-rumahan

Pagi tadi kak Qila agak susah diajak mandi, biasanya jam 7 sudah mandi dan sarapan, hari ini malah mandi sampe jam 8-an. Ketika kakak sedang asyik mandi, bunda gak sengaja melihat mainannya yg dssun dilantai dan penasaranp  ini si kakak sebenarnya sedang main apa?. 


ketika kak Qila selesai mandi bunda tanya, kak ini tadi kakak main apa sih kok mainannya dibiat begitu? main Laptop bund, jawabnya. owh owh.... akhirnya muncul ide buat ngajarin kakak bikin rumah-rumahan dari mainannya tersebut.

Bunda buat bentuk kotak/kubus untuk bangunannya, serta segitiga sebagai atapnya. Melihat hasil yang dibuat bundanya kak Qila seneng pake banget,,,,  adiknya pegang saja tidak boleh.
Bunda ajak kak Qila main rumah-rumahan sembari menyebutkan bentuk yang digunakan untuk membuat bangunan rumah.


Senin, 16 September 2019

Telat Sekolah

Sore ini kak Qila telat masuk sekolah TPQ nya, karena bunda juga tadi kebablasan tidur sore sampai gak denger azan ashar. Haduhhh kok masih panas banget ya cuacaya, ini jam berapa? mana hape masih di cas pula. sudah ashar belum ya? tanyaku ketika bangun tidur tadi,,, rasanya enggan nak bangkit dari tempat tidur, kalau bukan karena si adek bangun terlebih dahulu mungkin bunda juga belum bangun. Meskipun rasanya males buat bangun tapi harus bangun untuk lihat jam diruangan depan, karena jam dinding cuma ada diruang depan.

Ketika ku lihat jam, ternyata,,, haduh sudah jam 15.20 WIB, sedikit kedandapan dan langsung saja bunda pergi ke dapur buat masak air untuk mandi anak-anak, biarlah kakak tidak usah dibangunin dulu, kalau adeknya mainan dan berisik kan nanti terbangun sendiri. Bunda akhirnya mandi duluan sambil menunggu airnya panas. Selesai mandi lanjut sholat ashar dan siap-siap untuk mandiin anak-anak.

Ternyata kak Qila masih tidur, bunda coba panggil dan bangunin tapi kak Qila masih males-malesan. Kak, ayo bangun, sudah telat loh kak, bentar lagi masuk kelas. Ternyata trik pertama tidak ampuh akhirnya bunda bujuk untuk mandiin adeknya, dan alhtdia mau, karena dia suka banget mandiin adeknya.

Dari keadaan ini, bunda ajarkan kakak tentang jam, sembari mandiin adeknya bunda ajak kak Qila bicara. "Kak Qila, sekarang sudah hampir jam 4, sebentar lagi bu guru masuk kelas, habis mandiin adek kakak langsung mandi ya, nanti dianter ayah dulu, terus bunda susul kalau bunda sudah selesai salin. Besok-besok kalau bunda bilang sudah jam empat berarti kakak sudah harus berangkat ya sayang. Kak Qila pun menganggukkan kepalanya.


Minggu, 15 September 2019

Menghitung Tangga

Sore tadi sewaktu di TPQ kelas kak Qila dipindah lagi, karena rumah pak kiyai sedang digunakan untuk acara khol/haul almarhumah istri beliau. Kebetulan kelasnya dioindah di Aula yang berada dilantai dua tepat didepan tangga naik. Awalnya sempat ketar ketir naik tangga setinggi itu sambil gendong si adek dan menggandeng tangan si kakak. Untung menghilangkan rasa ngeri akhirnya bunda ajak kak Qila untuk menghitung tangga agar step langkah mengikuti ritme hitungan. Kak Qila seneng banget meski ketika menghitung angka belasan dia hanya bisa mengucapkan kata belas nya saja. hihihihi...

Ternyata, rasa ngeri dwngan tangga bukan hanya ketika naik saja, tapi lebih serem lagi saat turun, takut ngglundung. Sanpe mbatin, aduhhh kenapa parno babget ya sekarang sama ketinggian, apa karna gak visa pegangan, jadi serem gitu, disamping itu lebar tangganya hanya seukuran panjang sandal. takut banget kalau meleset,. Kak Qila begitu bersemangat hendak turun tangga, tapi bundanya ketakutan karena curam. akhirnya nunggu hampir semua anak-anak turun barulah bunda ajak kak Qila turun agar tidak usel-uselan. Intuk menghilangkan rasa takut, bunda ajak lagi kak Qila menghitung tangga. sesekali si adek yang digendongan pun seperti ikut menghitung karena dia ikutan nggremeng, hahahah

Hari yang mengesankan rasanya, setelah muter-muter nyari kelas yang dipindah, berdrama pula ketika naik turun tangga. but over all,,, I am and my daughter feel happy,,,

Kali ini no pict, karena bunda gak pernah  bawa hp klo pergi

Sabtu, 14 September 2019

Mengulang Memory

Melihat kakak yang belum ingin tidur, bunda berinisiatif untuk mengajak kakak bermain dengan mainan lamanya. Mainan ini bisa dibilang tidak pernah membosankan, karena dapat dibuat menjadi apa saja. Dulu sewaktu masih berumur 2th, kak Qila sudah hafal bentuk yang ada pada permainan tersebut, kali ini bunda coba tanya ke kakak tentang bentuknya, alhamdulillah untuk yang bentuk-bentuk dasar kak Qila masih ingat sampe ngelotok. untuk bentuk lingkaran, Segi tiga, persegi, kak Qila masih hafal, ada juga bentuk bintang, oval dll...

Pada permainan ini, si anak diminta memasukkan mainan berbentuk sesuai bentuk lubangnya, Apa ya nama permainan ny yg cocok? Match wit the hole kali ya?, wkwkkww
Membersamai anak bermain itu selalu seru, selalu asyik, alhamdulillah kak Qila senang bermain bersama bunda malam ini.

Jumat, 13 September 2019

Menyebutkan Angka 1-4 dengan Acak

Hari ini melihat si adek yang tengah asyik menumpuk mainan UNO kak Qila jafi ingin ijutan main. Karena tidak mau diganggu adeknya bunda meminta kakak buat main diatas meja. Karena kalau dilantai pasti diberantakin sama si adek. Biasanya kak Qila suka bijin tumpukan mainan ini hingga tinggi, tapi kali ini dia hanya membuat dua tumpukan yang di sejajarkan, katanya sih lagi bikin gedung bertingkat. hehehehe

Karena pada mainan itu terdapat angka 1 sampai dengan 4. Bunda ingin check ulang apa benar kak Qila sudah mengetahui bentuk angka. karena kak Qila menyusunnya tidak urut, alias acak, maka bunda tes kakak untuk menyebutkan angka yang ada. Ternyata benar, kak Qila sudah paham bentuk angka 1-4. satu hal yang harus bunda ingat, karena kak Qila masih 3,5 tahun., bunda tidak boleh meminta atau memaksa kakak untuk menghafal angka kecuali jika kakak minta ajarin.


Kamis, 12 September 2019

Sudahkah Mengenal Angka?

Bunsay memang merubah banyak hal dalam keseharianku. Terutama dalam membuat aktivitas bersama ananda. Meski terkadang sepertinya sulit meluangkan waktu bersamanya, namun kembali lagi ke tujuan awal, anak harus lebih diutamakan dari segalanya.

Dulu hanya fokus pada suami dengan segala kekurangannya sehingga aku terlihat seperti manusia yang tak pernah bersyukur. Sekarang aku alihkan segala fikiran untuk bisa maksimal membersamai anak-anak. Berat memang, tapi kalau ikhlas menjalaninya, semuanya berasa ringan.
Baiklah, kembali kepada looking for AHA moment pada aktivitas sehari-hari.

Alhamdulillah ternyata Allah selalu memudahkan setiap jalan jika kita niatkan bener-bener, sampai hari ke delapan ini masih bisa menemukan AHA moment saat kakak sedang bermain. Meski tiap malam galau, besok bakal nemu AHA moment gk ya? dll... Ternyata ada saja situasi yg bisa menemukan AHA moment dlm finding Math Around Us.

Hari ini, sehabis mendampingi kakak mengaji, kakak terlihat Asyik bermain puzzle bersama adiknya. Seolah mengajarkan pada si adek, dan si kakak jadi gurunya..

Bunda perhatikan kak Qila saat menyebutkan angka-angka sembari mendikte si adek. ini satu dek, dua, tiga,,, dan seterusnya,,, dia sebut angka secara acak. ketika dia menunjuk salah satu angka dan dia tidak tau, langsung bertanya pada bunda,,,

Qila : ini angka berapa bund?

Bunda : angka Enam, jawab bunda..

Qila :loh kok yang ini sama angkanya?

Bunda: mmmm yang ini harusnya angka sembilan kak, kakak masangnya terbalik, nah kalau angka sembilan begini bentuknya...

Qila : Mantuk2 seolah paham dengan penjelasan bundanya...

Ternyata dari bermain puzzle ini secara tidak langsung bunda tau ternyata sudah banyak angka yang di kenal kak Qila, hanya angka 5,6,8, dan 9 saja yang belum ia ketahui. Selama ini bunda emang tidak pernah mengajarkannya tentang angka dan huruf hanya sebatas menyanyikan angka dan huruf, tapi untuk menghafal bentuknya belum pernah. Ternyata kak Qila sudah mengetahui banyak angka tanpa bunda sadari, mungkin dia tau dari film yang ditontonnya atau saat dia sesekali menanyakan angka pada jam kepada ayah atau bundanya.

Tak perlu bersusah payah memang mengajarkan sesuatu pada kak Qila, selama moodnya baik, pasti pelajaran cepet nempel. Mulai sekarang yang sedang bunda usahakan yaitu membuat moodnya selalu baik agar semangatnya selalu berkobar dalam hal apa saja.