Sabtu, 11 Januari 2020

Resume Game Level 9 (Think Creative)

Think Creative artinya berfikir kreatif. Awal mula membaca judul level 9 ini aku kira bakalan membuat aneka keterampilan. Eh... ternyata bukan itu tugasnya. Namun Think Creative disini ternyata bermakna lebih luas. Bukan berarti hanya menciptakan keterampilan, tapi sejauh mana diri ini kreatif dalam menghadapi anak.

Berdasarkan pengalaman saya dalam membersamai ananda, yang harus saya perbaiki yaitu timing schedule, memahami keadaan dan yang paling penting adalah meninggikan rasa sabar dalam menghadapi segala kemungkinan. Karena, anak tetaplah anak, jangan halangi imaginasi mereka, tapi arahkan agar tidak salah kaprah

Kamis, 02 Januari 2020

Main Salon-salonan

Bosan dengan mainan yang itu itu saja membuat kakak sering bosan dirumah. Bunda cari ide yang selama ini belum pernah bunda lakukan bersama kakak. Kak Qila Bunda ajak main salon-salonan, dan respon nya luar biasa, seneng banget. Kali ini kak Qila bunda ajak bikin masker pake kentang yang diparut. Setelah kentang selesai diparut, Kak Qila bunda minta pemilik salon dan bunda jadi pelanggannya. Kak Qila Bunda minta untuk makein masker ke wajah bunda, dan dia sangat senang melakukan hal itu. Sepanjang ia maskerin bundanya, tiada henti dari tawa karena bunda selalu komentarin setiap gerakannya yang diavrasa itu lucu sehingga membuatnya cekikikan.

Setelah bunda selesai, kami bermain peran, selama kakak bunda beri treatment dia juga tak henti dari tawanya. Geli bund, katanya ketika bunda mengusapkan kentang dipioinya. bunda juga akhirnya ikut cekikikan melihat kak Qila yang lucu. Dek Mecca pun gak mau kalah selama kami bermain salon - salonan, ikut mengolesi wajah bunda dan kakaknya dengan caranya sendiri. Ketika Bunda minta ayah untuk ambil foto, si adek malah udah action duluan. ciiissss katanya, wkwkwkw

Senin, 30 Desember 2019

Bersama Teman Aku Bahagia



Bersama Teman Aku Bahagia

Begitulah mungkin yang ingin diungkapkan kak Qila. Setiap pagi selesai mandi, pasti kak Qila minta keluar rumah, alesannya pengen main deket bawah pohon kersen. Karena disamping rumah bagian belakang ada meja dan kursi yang disediakan ayahnya yang  berada didekat pohon kersen. Bermain dibawah pohon, begitulah alasannya tiap hari jika ingin keluar dari rumah. Mungkin kalau main kerumah temen sering dilarang bunda. Jadi kakak selalu bilang ingin main dibawah pohon, dan kalau sudah berada disitu nanti temennya akan menghampiri, setelah itu kak Qila akan ikut main kesana kemari. Kadang main di dalam rumah atau main dirumah atau main dirdiru temennya.

Kak Qila selalu punya trik, padahal dia masih kecil, kalo istilah ayahnya pinter nglempeke(mengalihkan) agar tidak fokus terhadap yang dituju. Sebenarnya bunda tau maksudnya kakak, bunda selalu memboltmain kalau alesannya dibawah pohon, karena kalau mainnya disitu kak Qila gak akan oergi jauh dan bunda akan dengan mudah ngecheck kakak main diluar sambil masak dan melakukan pekerjaan lain didapur. 

Sebenernya bukan ingin melarang kak Qila main dirumah temennya, hanya saja bunda merasa segan jika merepotkan yang punya rumah. kadi bunda bolehin si kakak kalau mai  dibawah pohon. Karena kakak semakin gede dan semakin ingin mengekspresikan semua keinginannya, selama itu masih positif bunda selalu izinkan. Kakak suka bermain bersama temnnya, seperti umumnya anak-anak. Kak Qila suka gak betah berada dirumah, bosen katanya. Bunda repot dengan pekerjaan rumah sementara ayah belerja diruang depan. Si adek biasanya kalau habis mandi bobog, jadilah dia kesepian. Kalau bunda pas tidak masak bermacam-macam kakak selalu b unda temenin mainnya dibawah pohon, tapi kalau ada temennya dateng, kakak lebih milih temennya. Mungkin lebih asyik kali ya, bisa lari sana sini, sementara main sama bunda cuma bermain peran saja, wkwkwwk

Bunda tidak membatasi kakak untuk bermain dengan temannya, karena bermain bersama teman sama halnya mengakarkan kakak hidup bersosialisasi. Agar kak Qila bisa belajar memahami karakter teman-temannya. Yang selalu bunda tanamkan dalam diri kak Qila yaitu rasa percaya diri dan tidak ikut-ikutan. Misalnya saja ketika beli jajan atau mainan, bunda minta kakak memilih yang dia suka, bukan ikut-ikutan. Karena kak Qila selalu ingin seperti pilihan temannya, bhnda selalu menegaskan agar memilih yang dia suka tidak harus seperti temannya. Begitulah setiap harinya. bunda ingin kak Qila memiliki rasa percaya diri yang tinggi agar tidak mudah terbawa lingkungannya. dan rasa percaya diri itu harus ditanamkan sedini mungkin. karena umumnya anak-anak itu suka meniru dan ikut - ikutan, bunda maklumi itu, tapi tetap harus diarahkan. 

Sabtu, 28 Desember 2019

Today 's Trouble

Subhanallah walhamdulillah,,,,

Hari-hari yang dijalani selalu punya ujian tersendiri. Kebahagiaan, adalah ujian, kesedihan juga ujian, kesusahan juga adalah ujibun4 Sejak pagi hingga sore hari suasana rumah adem ayem dan tentrem. Namun sore ini banyak banget keriwehan terjadi hanya karena rewelnya kak Qila. Kak Qila tiba-tiba mengeluh tangan dan kakinya sakit, padahal kak Qila sejak pagi begitu happy. Bunda olesi minyak tangan dan kaki kakak sembari memijatnya. tangisan pun mereda

Karena melihat si kakak menangis, si adek akhirnya ikut menangis. Tambah lagi keriwehan sore ini. Bunda akhirnya ninggalin mereka berdua untuk mandi dan siao-siao mengajak keluar rumah untuk sekedar menghilangkan kesumpekan yang ada. Alhamdulillah setelah bunda bilang mau ke kampung. Kak Qila pun akhirnya terdiam dari tangisnya. Lalu setelah bunda selesai bunda ajak anak-anak ke kampung, wajah sumringah langsung tertampak diwajah si kakak dan adek. Sembari mbatin, ohhhh mungkin mereka bosan dirumah 

Jumat, 27 Desember 2019

Pelukan hangat Bunda

Siang ini, seperti biasanya kami makan siang bersama. Karena ayah sedang libur kerja dihari num'at siang. Meski kerja dirumah, sulit sekali mencari waktu luang si ayah untuk bisa berkumpul dan bermain bersama anaknya. Namun, ditengah semangatnya bunda karena kebersamaan, ternyata kak Qila tak sama, dia sibuk minta main hp, sementara kami ibgin semuanya makan bareng. Ketika diizinkan main hp sambil makan akhirnya kak Qila masih sama saja gak mau makan.
Akhirnya, kak Qila rewel karena hp yang dimainkan hang, bunda minta hp ny dan minta kak Qila untuk duduk bareng dan makan bareng. Taoi kak Qila tambah rewel dan nangis tak terhenti. Setiap ortu pasti tak kuasa menghadapi anak yang rewel. Entah sudah berapa menit kak Qila ngotot minta main hp lagi sambil nangis namun tidak kami kabulkan.
Tung tung tung,,,, suara kentungan es cream tung tung terdengar dari  sebrang jalan. Bunda yang sudah menggendong kakak diminta ayah untuk beliin kakka es cream. kakak pun mau, lalu kami belikan meski kak Qila nunggu agak lama sambil nangis mbesek-mbesek. Ice cream pun sudah ditangan, saatnya kak Qila menikmati Ice cream ny, kami dudukkan kak Qila bersama adiknya dengan masing-masing memiliki 1 cup ice cream. 

Sesak tangisnga alhamdulillah mereda. Ternyata kak Qila hanya butuh pelukan untuk meredam rasa kesalnya. tadi ketika awal menggendong si kakak bunda peluk erat sambil elus punggungnya. perlahan tangisannya mereda setelah mendapat ice cream seak ny juga menghilang. Betapa kesabaran memang sangat dibutuhkan dalam menghadapi anak yang tantrum. 

Kamis, 26 Desember 2019

Raport Yang tak jadi tertunda

Sore ini sepulang sekolah sore dapet kabar kalau kamis depan adalah pembagian raport TPQ. Untuk meyakinkan info yang aku terima dari anak-anak aku akhirnya menanyakan kepada guru pengampu kak Qila dikelas. Ternyata benar, raport akan dibagikan hari kamis depan. Bunda bilang ke bu guru kalau raport Qila belum dikumpulkan, dan minta izin sekalian untuk ngumpulin agak telat. Bu guru pun mengizinkan. 

Sepanjang perjalanan pulang fikiran bunda selalu ke raport kakak, namanya ortu pasti penasaran dengan hasil prestasi anaknya. sesampa dirumah, bunda langsung cus ambil rapot kakak dan bilang ke ayahnya mau nitip anak-anak dan bunda balik ke sekolah menemui gurunya tadi, barangkali masih dikantor. Ketika sampai dikantor, beliau sudah tudak ditempat, ternyata rapotnya boleh dikumpulkan dibagian kesiswaan sepertinya. karena belum genap setahun kak Qila sudah pindah jilid dan pindah kelas, jadi rapot itu tidak ditangan guru, tapi terkumpul dikantor. Alhamdulillah,,, lega rasanya, semoga hari kamis depan kak Qila tetap bisa nerima rapotnya. 

Rabu, 25 Desember 2019

Kesehatan Lebih utama

Hari ini sepulang dari sekolah sore kak Qila minta untuk dibelikan jajanan. Kak  Qila Bunda biasakan untuk jajan setelah pulang sekolah, karena sekolahnya cuma 1 jam dan tidak ada istirahat. Bunda anggap itu masih wajar. Karena Bunda gak mau kakak kehilangan fokus belajar karena mikirin jajanannya. Meski banyak temennya yang jajan dan keluar ditengah pelajaran, kakak selalu bunda minta untuk stay dikelas selama jam pelajaran berlangsung. Karena di TPQ adalah petama kalinya kak Qila sekolah, dan harus diajarkan sopan santun dengan guru dan membiasakannya untuk disiplin. Karena menurutku sekali saja ditoleransi selamanya anak akan ketagihan untuk dituruti keinginannya.

Yesss okelah, sore ini kebetulan mulai turun rintik hujan ketika kak Qila keluar dari kelas. Tentu saja Kak Qila tidak lupa menagih untuk dibeliin jajan. Karena Gerimis bunda rayu kakak agar beli dipenjual jajanan yang di dekat rumah saja. Namun kak Qila menolak, yang kakak pengen itu adanya disekolah bund. katanya begitu,,, bismillah saja,, semoga pulang tidak basah kuyup, nuruti maunya kakak dulu. Disaat antri jajan hujan semakin bertambah cepat rintikannya. Akhirnya bunda putuskan untuk meminta izin ke bapak oedagang agar dimasak dirumah saja pesenan kakak. Langsung dibungkus oleh sibapak dan setiba dirumah kak Qila tak sabar hendak menyantap jajanannya.Dengan cepat bunda menuju kompor untuk memanggang cemilan berbahan dasar cumi itu. Alhamdulillah, tidak butuh waktu lama, jajanan kak Qila siap disantap.

Merasa bersalah sebenarnya beliin kakak jajan yang instan, tapi tetap saja susah ditolak. kalau tidak dituruti hanya bikin rame sekolah dengan tangisan kak Qila.

Alhamdulillah, ide untuk pulang lebih cepat ternyata sangat bermanfaat, karena setiba dirumah hujan langsung deras, andai saja tadi menunggu jajanan kakak sampai matang, pastilah kehujanan, sementara kakak dan adik sedang meriang